Indonesia memperkuat komitmen perikanan skala kecil lewat program Kampung Nelayan Merah Putih dalam Sidang ke-37 COFI FAO di Roma. Langkah ini diapresiasi dunia internasional sebagai wujud nyata pembangunan kelautan berkelanjutan.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tetap berkomitmen penuh terhadap perikanan berkelanjutan yang melindungi laut, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan," ujar Trenggono.”
— Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, FAO
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor perikanan skala kecil sebagai bagian dari pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di kancah global. Komitmen penting tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Pernyataan itu diungkapkan dalam Sidang ke-37 Komite Perikanan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau FAO Committee on Fisheries di Roma, Italia. "Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tetap berkomitmen penuh terhadap perikanan berkelanjutan yang melindungi laut, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan," ujar Trenggono.
Perlu diketahui bahwa sekitar 90% nelayan di tanah air merupakan nelayan skala kecil yang memberikan kontribusi besar terhadap produksi perikanan tangkap nasional. Oleh karena itu, penguatan kelompok tersebut menjadi pilar utama dalam kebijakan pemerintah.
Komitmen strategis ini diwujudkan melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional Perikanan Skala Kecil atau NPOA-SSF sebagai bentuk penerapan Pedoman Sukarela FAO untuk Perikanan Skala Kecil yang Berkelanjutan.
Implementasi Nyata Lewat Program Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Indonesia memandang bahwa kebijakan perlindungan nelayan tidak cukup berhenti pada regulasi di atas kertas saja. Kebijakan tersebut harus diterjemahkan ke dalam program riil yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.
Salah satu wujud nyata dari aksi tersebut adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP yang dirancang secara terpadu. Program ini mencakup pembangunan infrastruktur fisik, penguatan kelembagaan, hingga koperasi nelayan.
Selain itu, KNMP juga berfokus pada perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan rantai nilai hasil perikanan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian sumber daya laut.
"KNMP adalah salah satu contoh bagaimana komitmen Indonesia terhadap perikanan skala kecil diterjemahkan dari kebijakan nasional menjadi aksi nyata di tingkat masyarakat," kata Trenggono dalam kesempatan yang sama.
Read Also
Nama N dan B Tercatat di Dukcapil, Apakah Nama Satu Huruf Masih Boleh
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri mengungkapkan bahwa nama...
Cek Daftar Bandara yang Ditutup Sementara akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merekomendasikan penutupan...
Indonesia dan Tujuh Negara Kecam Keras Rencana Israel Usir Warga Palestina dari Gaza
Indonesia bersama tujuh negara Arab dan mayoritas Muslim mengecam keras...
Update Waktu Penutupan 7 Bandara Termasuk Soetta dan Halim Diperpanjang Hingga Pukul 0859 WIB
Tujuh bandara di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandara Wilayah I...
Target Pengembangan dan Apresiasi Global
Catatan positif menunjukkan bahwa pada tahun 2025 lalu pemerintah telah berhasil membangun sebanyak 100 unit KNMP di berbagai pelosok wilayah. Pemerintah kini menargetkan ekspansi pembangunan hingga mencakup 5.000 desa pada tahun 2029 mendatang.
Pengalaman Indonesia dalam mengelola sektor ini mendapat apresiasi luas dari berbagai negara sahabat serta organisasi nonpemerintah dunia. Apresiasi tersebut mengemuka dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Perikanan Skala Kecil di awal bulan September 2026.
Dalam forum internasional tersebut, Menteri Trenggono juga menyampaikan dukungan penuh terhadap agenda Transformasi Biru FAO yang selaras dengan kebijakan Ekonomi Biru Indonesia. Kebijakan ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Pemerintah telah membangun 100 KNMP di berbagai wilayah Indonesia pada 2025 dan menargetkan pengembangannya hingga 5.000 desa pada 2029.