Meskipun drama Korea sering kali menyuguhkan kisah romantis di kantor, beberapa judul justru berani menyoroti realitas pahit lingkungan kerja yang toxic. Artikel ini merangkum lima serial populer yang menampilkan sisi kelam dunia perkantoran dan perjuangan para karakternya.
“"Email larut malam, tenggat waktu yang mustahil, manajer yang manipulatif, atau bahkan rekan kerja yang pasif-agresif," ujar pengulas dalam ulasan serial televisi.”
— Drama Korea Bertema Lingkungan Kerja Toxic
Meskipun sebagian besar drama Korea yang berlatar di kantor biasanya membahas kisah romantis yang seru atau kesuksesan perusahaan yang menggembirakan, beberapa di antaranya menyoroti sisi lain kehidupan kerja. Realitas tersebut sering kali justru sangat relate dengan kehidupan sehari-hari para penonton yang mengalaminya secara langsung.
Berbagai tekanan mulai dari email larut malam, tenggat waktu yang mustahil, manajer yang manipulatif, hingga rekan kerja yang pasif-agresif menjadi bumbu utama yang disajikan. Hal ini memberikan warna tersendiri bagi penikmat serial televisi yang mencari cerita yang lebih membumi.
Dengan alur cerita yang layak menarik, tonton beberapa judul drama Korea ini yang menampilkan tempat kerja toxic secara blak-blakan. Penonton diajak untuk melihat perjuangan para tokoh dalam menghadapi kerasnya tekanan profesional di tempat kerja mereka.
Berbagai judul populer seperti Summer Strike, Misaeng, hingga Something In The Rain menjadi contoh nyata bagaimana industri hiburan mengangkat isu kesehatan mental dan tekanan kerja ke layar kaca.
Summer Strike dan Misaeng Gambaran Realitas Kantor
Serial Summer Strike yang dibintangi oleh Im Siwan dan Seolhyun mengisahkan tentang Lee Yeo Reum yang memutuskan berhenti bekerja karena lelah. Ia memilih beristirahat dari kehidupannya yang sibuk di kota setelah sering keluar masuk rapat untuk membeli kopi hingga mengalami penolakan di tempat kerja.
Yeo Reum langsung menyerahkan surat pengunduran diri untuk beristirahat dan memulai hidup baru di pedesaan. Di sana ia kemudian bertemu dengan Ahn Da Beom, seorang pustakawan pendiam yang juga sedang mengalami masa perubahan dalam hidupnya.
Sementara itu, Misaeng mengikuti kisah mantan pemain Baduk berbakat, Jang Geu Rae, yang bergabung dengan sebuah perusahaan tanpa kualifikasi formal. Misaeng dikenal sebagai salah satu penggambaran budaya kerja Korea Selatan yang paling realistis.
Yang terjadi selanjutnya adalah penggambaran yang keras tentang penyalahgunaan hierarki, diskriminasi gender, dan kerja lembur yang melelahkan. Geu Rae terus-menerus diremehkan dan dihina sepanjang episode.
Read Also
Desta Peluk Vincent Ryan Rompies Saat Pamit Mundur dari Vindes Corp
Deddy Mahendra Desta mengumumkan pengunduran dirinya dari Vindes Corp...
Al Ghazali Simpan Momen Tumbuh Kembang Anak di Ponsel dan Batasi Jadwal Syuting
Artis peran Al Ghazali selalu mengabadikan setiap momen tumbuh kembang anak...
Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Unggahan Video Mindfulness Tuai Hujatan Netizen
Maudy Ayunda menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah video opininya...
6 Film Indonesia Ikut Busan International Film Festival 2026 Termasuk Laut Bercerita
Sebanyak enam film karya sineas Indonesia dan produksi bersama dipastikan...
Something In The Rain dan Tantangan Dunia Profesional
Judul berikutnya adalah Something In The Rain yang dibintangi oleh Son Ye Jin dan Jung Hae In. Cerita berfokus pada karakter Jin Ah, seorang supervisor perusahaan kopi yang menjalani kisah cinta manis dengan adik laki-laki sahabatnya.
Namun, sementara kehidupan cintanya berkembang, kehidupan kantornya merupakan medan pertempuran yang konstan. Ia harus menghadapi segala hal mulai dari misogini kasual hingga pelecehan seksual yang sering kali diabaikan atau ditutupi oleh manajemen.
Berbagai permasalahan pelik di atas menunjukkan betapa rentannya para pekerja terhadap tekanan struktural dan psikologis di kantor. Serial-serial ini tidak hanya menghibur tetapi juga membuka mata publik terhadap pentingnya perbaikan lingkungan kerja.
Data faktual dari penayangan serial tersebut menunjukkan tingginya antusiasme penonton terhadap isu-isu sosial perkantoran. Evaluasi terhadap kondisi ketenagakerjaan secara luas terus menjadi bahan diskursus publik di berbagai media.