Loading...

Penutupan 7 Bandara Akibat Abu Vulkanik Diperpanjang Hingga Pukul 0859 WIB

Ilustrasi kawasan bandara dan aktivitas penerbangan di Indonesia

Ilustrasi kawasan bandara dan aktivitas penerbangan di Indonesia

Share:

Tujuh bandara di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandara Wilayah I memperpanjang penutupan operasional akibat sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini berlaku hingga pukul 08.59 WIB dengan sejumlah bandara utama seperti Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma terdampak.

“Tujuh Bandar Udara di Wilayah Kerja Kantor Otban I yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami penghentian operasional hingga pukul 08.59 WIB.”

— Tujuh Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Tujuh bandara kembali memperpanjang waktu penutupan operasional akibat paparan abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada hari Minggu. Berdasarkan informasi resmi, perpanjangan masa henti operasi ini diumumkan melalui akun media sosial Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama.

Kebijakan perpanjangan penutupan tersebut berdampak langsung pada sejumlah bandara penting di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Penghentian operasional ini diputuskan demi menjaga keselamatan penerbangan dari bahaya abu vulkanik yang dapat merusak mesin pesawat.

Pihak otoritas terkait menegaskan bahwa keselamatan penumpang serta kru pesawat adalah prioritas utama dalam situasi darurat bencana alam ini. Pengguna jasa penerbangan diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari pengelola bandara.

Para calon penumpang juga diminta agar segera memeriksa status serta jadwal penerbangan terbaru langsung melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum melakukan perjalanan menuju bandara.

Daftar Bandara Terdampak dan Rincian NOTAM

Berdasarkan data resmi per pukul 18.35 WIB, terdapat tujuh bandara yang berada dalam status penutupan operasional. Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang mencatatkan NOTAM A3368/26 yang berlaku hingga pukul 08.59 WIB.

Selain itu, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta turut memperpanjang penutupan berdasarkan NOTAM A3369/26. Penutupan serupa juga diberlakukan pada Bandara Radin Inten II di Lampung melalui pembaruan NOTAM B1141/26.

Bandara lainnya yang ikut mengalami penghentian operasional meliputi Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, serta Bandara M. Taufik Kiemas di Lampung.

Seluruh bandara tersebut berada di bawah pengawasan Kantor Otban I yang siaga penuh mengantisipasi pergerakan sebaran abu vulkanik susulan dari Gunung Anak Krakatau.

Langkah Antisipasi dan Bandara Alternatif Pemerintah

Sebagai langkah tanggap darurat atas penutupan sejumlah fasilitas vital tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi bagi maskapai penerbangan. Langkah ini diambil untuk meminimalisir penumpukan penumpang serta memandu pengalihan rute penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga bandara alternatif untuk pendaratan maskapai yang terdampak. Ketiga bandara cadangan tersebut dinilai siap menampung lonjakan pengalihan penerbangan darurat.

Tiga bandara alternatif yang disiapkan meliputi Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah, serta Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur.

Koordinasi intensif terus dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan guna memantau situasi secara berkala demi keamanan transportasi udara nasional.

Leave a Comment