Loading...

RI dan 7 Negara Kecam Rencana Israel Usir Warga Palestina dari Gaza

Ilustrasi peta Jalur Gaza dan bendera negara-negara yang mengecam rencana Israel

Ilustrasi peta Jalur Gaza dan bendera negara-negara yang mengecam rencana Israel

Share:

Indonesia bersama tujuh negara Arab dan mayoritas Muslim mengecam keras rencana pejabat Israel untuk memindahkan warga Palestina dari Jalur Gaza. Kebijakan ini dinilai mengancam upaya perdamaian yang didukung oleh Amerika Serikat.

“Kami mengecam dengan sekuat tenaga rencana dan mekanisme yang mereka usulkan yang bertujuan mengusir warga Palestina secara paksa dari tanah mereka," ujar para menteri luar negeri.”

— Indonesia dan 7 Negara

Indonesia bersama tujuh negara Arab dan mayoritas Muslim secara tegas mengecam rencana sejumlah pejabat Israel yang berniat memindahkan warga Palestina dari Jalur Gaza. Kecaman bersama ini disuarakan sebagai bentuk penolakan atas ancaman pengusiran paksa yang dinilai mencederai prinsip-prinsip kemanusiaan universal.

Kedelapan negara tersebut menilai bahwa rencana pemindahan paksa penduduk Palestina dapat mengancam upaya perdamaian di Gaza yang saat ini sedang didukung oleh Amerika Serikat. Selain Indonesia, negara-negara yang tergabung dalam pernyataan bersama meliputi Arab Saudi, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, dan Turkiye.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Minggu, para menteri luar negeri kedelapan negara mengecam keras mekanisme yang diusulkan pihak Israel. "Kami mengecam dengan sekuat tenaga rencana dan mekanisme yang mereka usulkan yang bertujuan mengusir warga Palestina secara paksa dari tanah mereka," ungkap para menteri luar negeri dalam keterangan resmi.

Mereka juga memberikan peringatan keras mengenai potensi konsekuensi serius jika seruan pemindahan paksa tersebut diubah menjadi kebijakan resmi pemerintah Israel. Langkah praktis semacam itu dikhawatirkan akan memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Latar Belakang dan Target Pengusiran Israel

Pernyataan sikap tegas dari delapan negara ini muncul sebagai respons atas pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu lalu. Katz menyebutkan bahwa pihak Israel tengah merancang skema pemindahan warga Palestina dari Gaza, meski masih menunggu persetujuan dari Amerika Serikat terkait lokasi penempatan penduduk.

Situasi semakin memanas setelah sehari kemudian Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, membeberkan target spesifik dari rencana kontroversial tersebut. Ben Gvir mengungkapkan bahwa rencana itu menargetkan sekitar 250.000 warga Palestina untuk dipindahkan dari Gaza pada tahun pertama.

Tahapan berikutnya dari rencana tersebut mencakup pemindahan seluruh penduduk Gaza yang berjumlah sekitar dua juta jiwa secara bertahap dalam kurun waktu enam tahun ke depan. Skala pemindahan yang masif ini langsung memicu gelombang kekhawatiran yang mendalam di tingkat internasional.

Berbagai pengamat menilai bahwa realisasi dari target tersebut berpotensi besar memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di wilayah kantong tersebut. Tindakan sepihak ini dipandang menentang norma-norma hukum internasional yang berlaku.

Ancaman terhadap Rencana Perdamaian dan Tanggapan Global

Indonesia dan tujuh negara mitra lainnya secara khusus menyoroti bagaimana rencana pemindahan paksa ini bertentangan secara langsung dengan upaya internasional untuk mengakhiri konflik di Gaza. Kebijakan tersebut dinilai mencederai berbagai inisiatif diplomatik yang tengah diupayakan oleh komunitas global.

Para menteri luar negeri juga menegaskan bahwa rencana sepihak Israel ini secara langsung mengancam kelangsungan rencana perdamaian komprehensif yang diusung oleh Presiden AS Donald Trump. Dukungan Washington terhadap peta jalan perdamaian tersebut dikhawatirkan menjadi sia-sia akibat tindakan provokatif ini.

Reaksi keras dari berbagai belahan dunia menunjukkan adanya solidaritas yang kuat terhadap hak-hak dasar rakyat Palestina untuk tetap tinggal di tanah air mereka. Desakan agar Israel membatalkan rencana tersebut terus disuarakan oleh berbagai organisasi internasional.

Pemerintah Indonesia bersama negara sekutu berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi ini serta menggalang dukungan diplomatik demi melindungi keselamatan warga sipil di Gaza. Langkah-langkah strategis lanjutan akan terus dibahas dalam forum internasional guna meredam eskalasi konflik.

Leave a Comment