BPS Catat Kecepatan Sensus Ekonomi 2026 di Penajam Paser Utara Capai 2 Persen per Hari
- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara melaporkan kecepatan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 berada di kisaran 1,3 hingga dua persen setiap harinya.
- Hingga pertengahan Juli 2026, petugas sensus telah merampungkan sekitar 39,44 persen pendataan atau mencakup 35.193 responden dari target sementara.
- Sensus Ekonomi 2026 ini memetakan seluruh sektor usaha mulai dari perdagangan, konstruksi, hingga UMKM guna melihat peta kekuatan ekonomi daerah setelah satu dekade terakhir.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melaporkan progres positif dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kecepatan pendataan lapangan di wilayah penopang Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut dilaporkan berjalan stabil dan konsisten mencapai rata-rata hingga dua persen per hari.
Kepala BPS Kabupaten Penajam Paser Utara, Suko Haryono, memastikan bahwa ritme kerja para petugas di lapangan sejauh ini masih berada dalam jalur yang direncanakan. 'Tercatat kecepatan pendataan rata-rata kisaran 1,3 sampai dua persen per hari, dan pelaksanaan sesuai rencana,' ujar Suko saat memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan Sensus Ekonomi 2026 di Penajam.
Secara akumulatif, tim di lapangan telah menyelesaikan sekitar 39,44 persen dari keseluruhan target pendataan wilayah. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 35.193 responden yang datanya berhasil dihimpun secara valid, dari total target sementara yang dipatok sebanyak 89.224 responden. Capaian ini menjadi fondasi penting mengingat sensus masih akan berlangsung hingga akhir bulan depan.
BPS mengerahkan sebanyak 191 petugas terlatih untuk menyisir seluruh wilayah Penajam Paser Utara sejak 15 Juni 2026 lalu hingga dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus 2026. Suko menjelaskan bahwa target estimasi awal sebenarnya bertumpu pada 60.166 keluarga dan 29.058 usaha yang merujuk pada basis data historis. 'Kemudian dipadukan dengan data kementerian, lembaga, dan perangkat daerah,' jelasnya menambahkan mengenai validasi berlapis yang dilakukan.
Namun, dinamika pertumbuhan wilayah membuat target tersebut berkembang dinamis di lapangan untuk menjangkau sektor informal dan usaha baru. Target estimasi awal tersebut belum termasuk usaha-usaha baru, usaha pertanian ataupun usaha lainnya, khususnya klaster usaha rumah tangga yang belum terdaftar secara formal di pangkalan data pemerintah daerah.
Melalui pendataan menyeluruh ini, BPS berharap dapat menyajikan peta demografi ekonomi yang komprehensif, mulai dari sektor perdagangan yang dominan pada Sensus Ekonomi 2016, hingga industri, konstruksi, dan UMKM saat ini. Hasil akhir sensus akan merekam jumlah pelaku usaha sekaligus menghitung penyerapan tenaga kerja di masing-masing sektor, sehingga kontribusi riil terhadap perekonomian daerah pasca-pandemi dapat terukur secara presisi.