Hakim Agung AS Barrett dan Kagan Hadapi Parlemen Usai Putusan Kontroversial
- Dua Hakim Agung AS, Amy Coney Barrett dan Elena Kagan, dijadwalkan bersaksi di depan Kongres AS untuk meminta tambahan anggaran keamanan.
- Lembaga peradilan federal AS mengajukan anggaran keamanan sebesar Rp 14,7 triliun (USD 921 juta) menyusul lonjakan ancaman fisik dan siber sebesar 57 persen.
- Selain isu keamanan, kedua hakim diprediksi akan dicecar pertanyaan oleh anggota parlemen mengenai etika, kebocoran informasi, hingga putusan kontroversial terkait Donald Trump.
Dua Hakim Agung Amerika Serikat (AS), Amy Coney Barrett dan Elena Kagan, bersiap menghadapi anggota parlemen dalam dua sesi dengar pendapat di Kongres AS pada hari Selasa waktu setempat. Kehadiran mereka merupakan momen langka yang bertujuan untuk mengajukan permohonan tambahan anggaran keamanan peradilan federal senilai puluhan juta dolar. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya gelombang ancaman fisik dan siber yang menargetkan para penegak hukum tertinggi di negara tersebut.
Justice Barrett dipilih sebagai salah satu utusan karena memiliki pengalaman personal terkait ancaman keamanan yang nyata. Sejak ditunjuk oleh mantan Presiden Donald Trump hampir enam tahun lalu, Barrett telah menghadapi beberapa insiden serius, termasuk upaya penipuan laporan darurat atau 'swatting' di rumahnya pada Mei lalu yang berhasil digagalkan polisi. 'Ia memiliki pengalaman langsung dengan masalah ini, sehingga dia adalah pilihan yang cerdas untuk memberikan kesaksian,' ujar Gabe Roth, pimpinan Fix the Court, sebuah lembaga yang mengadvokasi transparansi peradilan.
Dalam pengajuan anggaran tahun ini, cabang yudisial AS meminta dana diskresioner total sebesar USD 9,7 miliar, yang mencakup USD 921 juta (sekitar Rp 14,7 triliun) khusus untuk pasukan keamanan garda terdepan di pengadilan federal. Permintaan tersebut melibatkan alokasi tambahan sebesar USD 15 juta guna memastikan personel Polisi Mahkamah Agung dapat melindungi para hakim dan keluarga mereka di kediaman masing-masing. Berdasarkan data Korps Marinir AS (US Marshals Service), insiden keamanan yang dikategorikan sangat mengkhawatirkan melonjak hingga 57 persen sepanjang tahun 2025.
Meskipun Barrett dan Kagan ingin fokus pada pembahasan anggaran pertahanan, sejumlah staf kongres membocorkan bahwa para anggota parlemen telah menyiapkan pertanyaan krusial di luar topik tersebut. Isu-isu sensitif seperti proses internal MA dalam menangani kebocoran informasi, pasar prediksi, hingga skandal etika perjalanan mewah yang melibatkan sejumlah hakim agung diprediksi akan mencuat. Kunjungan langsung hakim agung ke Capitol Hill ini menjadi yang pertama sejak tahun 2019, mengingat biasanya penampilan mereka di luar ruang sidang diatur dengan sangat ketat.
Ketegangan politik juga diperkirakan akan membayangi jalannya persidangan setelah MA merampungkan masa sidang yang memecah belah opini publik, termasuk pembatalan upaya Trump untuk mengakhiri kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir (birthright citizenship) dan penerapan tarif global. Walaupun Barrett dikenal berada di sayap konservatif, ia belakangan menuai kritik tajam dari kelompok kanan karena berpihak pada keputusan yang menjegal agenda politik Trump tersebut. Meski demikian, beberapa pengamat menilai perdebatan mengenai substansi hukum tidak sepatutnya dilemparkan dalam rapat dengar pendapat anggaran kali ini.