Kinerja Pembangkit Lampaui Target, Penjualan Listrik PLN Indonesia Power Tembus 109 Persen
- Subholding PT PLN (Persero), PLN Indonesia Power, berhasil membukukan penjualan tenaga listrik sebesar 82,17 TWh atau 109 persen dari target RKAP 2025.
- Perusahaan juga mencatatkan performa gemilang lewat penambahan kapasitas pembangkit sebesar 2.060 MW serta raihan 54 penghargaan PROPER di bidang lingkungan.
- Langkah strategis ke depan akan difokuskan pada percepatan proyek energi baru terbarukan (EBT) guna menyokong agenda transformasi hijau nasional.
Subholding pembangkitan PT PLN (Persero), PLN Indonesia Power, berhasil membukukan performa impresif yang melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025. Realisasi penjualan tenaga listrik emiten ketenagalistrikan ini sukses menembus angka 82,17 terawatt hour (TWh) atau setara dengan 109 persen dari target yang dicanangkan sebelumnya. Catatan positif ini menjadi sinyal kuat pulihnya sekaligus meningkatnya konsumsi energi di sektor industri dan masyarakat.
Keberhasilan ini dipaparkan langsung dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bersama PT PLN (Persero) yang digelar baru-baru ini. RUPS tersebut juga menegaskan komitmen strategis perusahaan untuk memperkuat fondasi ketahanan energi nasional melalui peningkatan keandalan pembangkit, perluasan portofolio energi bersih, serta transformasi lini bisnis yang lebih modern. Tidak hanya urusan volume penjualan, perseroan juga mencatatkan indikator keandalan operasional Equivalent Availability Factor (EAF) pembangkit non-PLTU sebesar 93,18 persen, lebih tinggi dari target awal sebesar 90,52 persen.
Sepatutnya dicatat bahwa sepanjang tahun 2025, PLN Indonesia Power telah menambah kapasitas pembangkit hingga mencapai 2.060 megawatt (MW) dengan mengoperasikan tiga unit infrastruktur pembangkit baru. Di samping itu, lini bisnis beyond kWh milik perseroan melonjak tajam hingga menyentuh 156 persen dari target RKAP yang ditopang oleh ekspansi jasa ketenagalistrikan pada sektor Operation & Maintenance (O&M) serta Maintenance, Repair and Overhaul (MRO). Prestasi operasional ini berbanding lurus dengan aspek kelestarian lingkungan, di mana perusahaan memborong 54 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari kementerian terkait.
Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, memberikan apresiasi sekaligus instruksi tegas agar subholding ini tetap disiplin menjaga momentum. Menurutnya, posisi subholding pembangkitan sangat krusial dalam menopang arah gerak perusahaan induk, sehingga target RKAP maupun Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) wajib dieksekusi tanpa kompromi. 'PLN Indonesia Power harus memastikan setiap program yang telah ditetapkan dapat dieksekusi secara disiplin, terukur, dan tepat waktu,' kata Yusuf Didi.
Senada dengan manajemen induk, Komisaris Utama PLN Indonesia Power, Arief Budiman, menilai capaian gemilang di sepanjang tahun lalu menjadi modal berharga bagi perseroan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan. Dewan Komisaris berjanji akan terus mengawal ketat tata kelola perusahaan yang bersih dan akuntabel guna meminimalkan risiko operasional di masa depan. 'Kinerja yang telah dicapai menjadi modal penting bagi PLN Indonesia Power untuk terus bertumbuh. Dewan Komisaris mendukung seluruh langkah strategis Perseroan agar budaya kinerja yang unggul, tata kelola yang kuat, dan pengelolaan risiko yang baik terus menjadi fondasi dalam meningkatkan kontribusi PLN Indonesia Power terhadap kinerja PLN secara berkelanjutan,' tutur Arief.
Menanggapi evaluasi tersebut, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menekankan bahwa keberhasilan melampaui target ini merupakan buah manis dari konsistensi transformasi operasional internal. Menatap tantangan ke depan, ia memastikan perusahaan akan tancap gas mempercepat proyek-proyek pembangkit strategis dan memperluas ekosistem energi baru terbarukan (EBT). Upaya masif ini diharapkan mampu mendukung target nol emisi karbon sekaligus memasok kebutuhan energi bersih bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.