Dinkes Kaltim Genjot Kompetensi Tenaga Kesehatan, Targetkan Eliminasi Kusta Total
- Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat kompetensi tenaga kesehatan guna mempercepat eliminasi kusta secara terpadu.
- Langkah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama percepatan eliminasi kusta tingkat nasional oleh 38 provinsi di Indonesia.
- Selain fokus pada aspek medis, pembekalan edukasi perawat diarahkan untuk menghapus stigma negatif terhadap penyintas kusta.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat memperkuat kompetensi para tenaga kesehatan di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil guna mendukung percepatan penanganan serta eliminasi penyakit kusta secara terpadu di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa kualitas pelayanan medis menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penularan kusta. Menurutnya, kesiapan dan keahlian tenaga medis menjadi pilar utama dalam memastikan setiap penderita kusta mendapatkan layanan pengobatan secara tuntas dan sangat manusiawi. Kesiapan ini dinilai krusial agar tidak ada lagi pasien yang telantar atau terlambat ditangani.
Jaya menyatakan bahwa program peningkatan kapasitas ini merupakan wujud tindak lanjut langsung dari penandatanganan komitmen bersama percepatan eliminasi kusta tingkat nasional. Komitmen tersebut sebelumnya telah disepakati oleh perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia. Peningkatan kompetensi ini dinilai sangat penting agar setiap petugas kesehatan di lapangan mampu memberikan diagnosis yang presisi sekaligus mencegah penularan infeksi bakteri kusta semakin meluas.
Untuk merealisasikan target tersebut, koordinasi dan penguatan fasilitas kesehatan terus digenjot dari tingkat dasar. Pemerintah daerah terus memperkuat kapasitas petugas medis tingkat puskesmas hingga rumah sakit agar sistem deteksi dini maupun surveilans warga berjalan jauh lebih akurat. Selain itu, pemerintah daerah saat ini turut bekerja keras memastikan ketersediaan sarana prasarana serta kecukupan logistik obat-obatan senantiasa aman demi mendukung kelancaran aktivitas penanganan pasien.
Tidak hanya berfokus pada penyembuhan medis secara fisik, Dinkes Kaltim juga menaruh perhatian besar pada aspek psikososial para pasien. Selain pemenuhan fasilitas fisik rumah sakit, pembekalan edukasi bagi para perawat juga difokuskan pada pendekatan sosial demi menghapus stigma negatif masyarakat terhadap kelompok penyintas. Pendekatan ramah serta inklusif dari petugas kesehatan terbukti efektif membantu pemulihan mental orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) sehingga mereka berani kembali berbaur aktif secara produktif.
Jaya optimistis bahwa melalui sinergi lintas sektor yang solid antara jajaran tingkat provinsi dan kabupaten, ekosistem layanan kesehatan yang merata tanpa memandang latar belakang sosial pasien dapat tercipta. Ia percaya langkah masif ini akan membuahkan hasil positif yang signifikan dalam waktu dekat. Peningkatan kompetensi keahlian tenaga kesehatan lokal diharapkan mampu menekan angka penemuan kasus baru sehingga target pembebasan wilayah dari kusta dapat dipercepat.