Astronot AS dan Rusia Meluncur Bersama ke Luar Angkasa Gunakan Soyuz
- Pesawat luar angkasa Rusia Soyuz MS-29 berhasil meluncur dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan membawa misi gabungan AS dan Rusia.
- Misi ini membawa astronot NASA Anil Menon bersama dua kosmonot Rusia, Pyotr Dubrov dan Anna Kikina, untuk tinggal di ISS selama delapan bulan.
- Peluncuran ini dihadiri langsung oleh Administrator NASA Jared Isaacman, menandai kunjungan pertama kepala NASA ke Baikonur dalam delapan tahun terakhir.
Pesawat luar angkasa milik Rusia, Soyuz MS-29, dilaporkan sukses meluncur ke orbit dalam sebuah misi antariksa gabungan antara Amerika Serikat dan Rusia pada Selasa pagi waktu setempat. Penerbangan ini lepas landas dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan, sebuah fasilitas antariksa yang dioperasikan oleh Rusia. Peluncuran ini menjadi simbol penting di tengah ketegangan geopolitik yang melanda kedua negara adidaya tersebut di bumi.
Dalam penerbangan kali ini, Soyuz MS-29 membawa tiga orang kru yang terdiri atas astronot NASA Anil Menon, serta dua kosmonot dari badan antariksa Rusia Roscosmos, Pyotr Dubrov dan Anna Kikina. Misi ini dijadwalkan melakukan proses docking di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada pukul 17.56 GMT. Ketiga awak baru tersebut direncanakan akan tinggal dan bertugas di stasiun laboratorium terapung itu selama delapan bulan ke depan.
Peluncuran bersejarah ini turut dihadiri langsung oleh Administrator NASA, Jared Isaacman. Kehadiran Isaacman di Baikonur tercatat sebagai kunjungan pertama seorang kepala NASA ke fasilitas peluncuran tersebut dalam kurun waktu delapan tahun terakhir. Sebelum roket meluncur ke angkasa, Isaacman juga sempat mengadakan pertemuan bilateral dengan Dmitry Bakanov yang menjabat sebagai Kepala Roscosmos.
Dalam pertemuan intensif dengan para kru pada hari Senin kemarin, Isaacman menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak Roscosmos atas seluruh persiapan matang yang telah dilakukan. 'Kerja terintegrasi yang ditunjukkan selama beberapa bulan terakhir ini mencerminkan profesionalisme tinggi dan dedikasi luar biasa dari semua pihak yang terlibat,' ungkap Isaacman memberikan pujian terhadap sinergi tim gabungan tersebut.
Misi ini menjadi catatan penting karena merupakan penerbangan luar angkasa pertama bagi astronot NASA Anil Menon, sementara bagi Pyotr Dubrov dan Anna Kikina, ini merupakan misi kedua mereka. Setibanya di ISS, ketiganya akan bergabung dengan kru yang sudah ada sebelumnya, yakni Jessica Meir, Jack Hathaway, Chris Williams dari NASA, Sophie Adenot dari Badan Antariksa Eropa (ESA), serta Sergei Kud-Sverchkov, Sergei Mikaev, dan Andrei Fedyaev dari Roscosmos.
Meski sempat menjadi rival sengit dalam perlombaan ruang angkasa di era Perang Dingin, Amerika Serikat dan Rusia hingga kini terus mempertahankan kerja sama di ISS. Hubungan kedua negara sempat renggang setelah konflik geopolitik di Ukraina pecah pada tahun 2022. Walau demikian, kerja sama antar-antariksawan tetap berjalan secara profesional demi kelangsungan riset sains global di luar atmosfer bumi.