Pemkot Depok Akan Revitalisasi Angkot Tak Layak, Pengawasan Lintas Wilayah Diperketat
- Pemerintah Kota Depok berencana melakukan revitalisasi angkutan perkotaan secara bertahap demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.
- Dinas Perhubungan Depok mengonfirmasi bahwa banyak angkot rusak merupakan armada lintas batas yang melibatkan wilayah DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor.
- Langkah awal pembenahan akan dimulai dengan menghadirkan angkutan umum berbasis listrik di rute Terminal Depok menuju Terminal Jatijajar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, tengah bersiap melakukan revitalisasi angkutan perkotaan (angkot) yang kondisinya sudah tidak layak beroperasi secara bertahap. Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat mengenai armada angkot yang rusak parah, ringsek, hingga tidak dilengkapi dengan pelat nomor kendaraan resmi. Dinas Perhubungan (Dishub) Depok menegaskan komitmennya untuk segera memperbaiki kualitas pelayanan transportasi publik di wilayah tersebut.
Kepala Seksi Angkutan Dalam Kota Dishub Depok, Mathaeous Ericson Siahaan, menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya secara perlahan tetapi pasti dalam memperbaiki kondisi angkutan perkotaan. Sebagai langkah awal dari transformasi ini, pemerintah daerah akan segera meluncurkan angkutan umum massal berbasis listrik. 'Dimulai dengan menghadirkan angkutan berbasis listrik di jalur Terminal Depok-Terminal Jatijajar via GDC yang akan dihadirkan segera,' ungkap Eric saat dihubungi pada Selasa (14/7/2026).
Terkait dengan banyaknya armada angkot koridor D05, D04, dan D41 yang dikeluhkan dalam kondisi mengenaskan, Eric menjelaskan bahwa armada-armada tersebut merupakan angkutan lintas wilayah. Kepengurusan angkot tersebut berada di bawah naungan koperasi lintas batas yang melibatkan Pemprov DKI Jakarta dan Pemkab Bogor. 'Angkot D05, D04 dan D41 merupakan angkutan perkotaan lintas batas, di mana Kota Depok hanya sebagai lintasan dan kami memiliki tugas sebagai pengawasan,' tambah Eric.
Menindaklanjuti temuan armada yang melanggar standar pelayanan minimal, Dishub Depok berencana segera membuka komunikasi dengan otoritas tetangga. Pihaknya akan berkoordinasi secara intensif dengan Dishub DKI Jakarta serta Dishub Kabupaten Bogor untuk menggelar operasi pengawasan dan penertiban terpadu di lapangan. Penertiban ini dipandang mendesak mengingat hasil penelusuran menunjukkan banyak angkot beroperasi tanpa bumper, knalpot berasap pekat, hingga tidak memiliki kaca jendela dan pintu yang utuh.
Keluhan mengenai buruknya fasilitas angkot ini juga disuarakan oleh para pengguna setia moda transportasi tersebut, salah satunya adalah Rifki (30). Ia mengaku kerap merasa waswas dan khawatir akan potensi kecelakaan lalu lintas akibat buruknya pemeliharaan mesin dan bodi kendaraan yang ditumpanginya sehari-hari. 'Saya sebagai penumpang takutnya nanti timbul kecelakaan, atau remnya blong mungkin, sehingga kami berharap Pemkot Depok menertibkan tapi juga memberikan solusi terbaik,' pungkasnya.