Pembongkaran JPO Selesai, Kini Jalan Tendean Jaksel Dibuka 2 Arah
- Pembongkaran JPO di Jalan Kapten Tendean yang rusak akibat ditabrak truk pengangkut alat berat kini telah rampung sepenuhnya.
- Arus lalu lintas di Jalan Kapten Tendean menuju arah Pancoran maupun arah Blok M sudah kembali dibuka untuk kendaraan di kedua arah.
- Pembersihan sisa puing sempat memicu sedikit kepadatan di jalur menuju Blok M, namun situasi secara keseluruhan berangsur normal.
Proses pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang sempat ditabrak truk pengangkut alat berat akhirnya rampung dilakukan. Menyusul selesainya evakuasi struktur jembatan yang rusak tersebut, akses kendaraan kini sudah dapat melintas secara normal di kedua arah. Pembukaan jalur ini menjadi angin segar bagi para pengguna jalan setelah sebelumnya kawasan tersebut mengalami penutupan total dan pengalihan arus.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian pada Selasa malam, para petugas dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta tampak menyelesaikan proses pembongkaran utama sekitar pukul 21.35 WIB. Petugas di lapangan bergerak cepat mengangkut puing-puing sisa material besi dan beton JPO ke dalam sejumlah armada truk yang telah disiagakan. Beberapa pengendara sepeda motor sempat tertahan dan mengantre di depan pembatas jalan sembari menunggu proses sterilisasi jalur selesai secara menyeluruh.
Tepat pada pukul 21.45 WIB, petugas gabungan akhirnya resmi membuka kembali akses Jalan Kapten Tendean untuk publik. Kendaraan dari arah traffic light Mampang menuju Blok M maupun sebaliknya kini sudah bisa melintasi area yang sebelumnya menjadi titik evakuasi. Arus lalu lintas yang mengalir ke arah Pancoran terpantau ramai lancar tanpa ada hambatan berarti pascabrikade jalan dibuka.
Kendati demikian, situasi berberda terlihat pada jalur lalu lintas yang mengarah ke Blok M. Arus kendaraan di lajur tersebut sempat mengalami sedikit kepadatan dan antrean panjang karena kecepatan kendaraan melambat. Kondisi ini dipicu oleh keberadaan beberapa truk pengangkut material sisa puing bangunan JPO yang masih terparkir di bahu jalan untuk menuntaskan pembersihan area aspal.
Sebagai informasi, insiden ini bermula ketika sebuah truk bermuatan alat berat gagal melintas dan menghantam struktur JPO Jalan Kapten Tendean hingga nyaris roboh pada dini hari sebelumnya. Karena kondisi jembatan yang sangat kritis dan membahayakan keselamatan warga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk merobohkan total JPO tersebut. Proses pembongkaran darurat yang dimulai sejak pukul 10.50 WIB pagi itu sempat melumpuhkan urat nadi transportasi di kawasan Jakarta Selatan selama hampir seharian penuh.