Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Argentina
  • Surabaya
Kategori
Nasional Internasional Olahraga Ekonomi Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya

Ancaman Eksistensi Guru di Era AI, YDSF Luncurkan Program Guru Gemilang Guna Cetak Pendidik Adaptif

Tim Redaksi • 19 Juli 2026, 12:43 • Nasional
  • Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) resmi meluncurkan program pelatihan intensif bernama Guru Gemilang untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.
  • Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan besar yang menuntut guru untuk terus adaptif dan meningkatkan kompetensi diri.
  • Program ini akan berlangsung selama 18 bulan atau setara 1.000 jam pelatihan dengan menggandeng lembaga Kualita Pendidikan Indonesia.

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) secara resmi memulai program Guru Gemilang sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di tengah masifnya tantangan pendidikan masa depan. Inisiasi strategis ini ditandai dengan agenda Stadium General dan Kick Off yang diselenggarakan di Hotel Namira, Surabaya. Sebanyak 50 guru terpilih dari 16 sekolah swasta di wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo turut serta menjadi bagian dari gelombang pertama pelatihan intensif ini.

Hadir sebagai pembicara utama, Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Praxis Sleman Yogyakarta, Aisyah Prastowo, D.Phil., menegaskan bahwa para guru harus siap melompat dan menghadapi perubahan radikal di dunia pendidikan. Perkembangan teknologi digital yang luar biasa, khususnya penetrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menuntut guru untuk tidak boleh berada di zona nyaman. Guru yang tidak mau meningkatkan kapasitas diri terancam akan tergilas oleh zaman dan kehilangan relevansinya di ruang kelas.

"Beberapa tahun lalu kita tidak mengira kemampuan AI seperti sekarang ini. Tantangan tidak bisa diprediksi. Dan kewajiban kita sebagai guru mengikuti tren itu," ujar Aisyah di hadapan puluhan peserta pelatihan. Ia juga memaparkan bahwa setiap guru sebenarnya memiliki modal empiris yang sangat kaya untuk terus berkembang. Pengalaman mengajar bertahun-tahun harus dijadikan pijakan utama dalam merevolusi kualitas pembelajaran sekaligus membangun ketahanan dalam beradaptasi.

Lebih lanjut, Aisyah membedah tiga modalitas mutlak yang wajib dimiliki oleh seorang guru modern agar tetap dipandang profesional dan kompeten. Ketiga pilar tersebut meliputi human capital yang berfokus pada kedalaman kompetensi dan pengetahuan akademik, social capital yang menekankan pada pentingnya kolaborasi serta jaringan relasi, hingga decisional capital yang lahir dari kebijaksanaan berbasis rekam jejak pengalaman. "Ini modal utama agar guru terus profesional dan tidak ketinggalan zaman," kata dia menambahkan.

Di sisi lain, Direktur Utama YDSF, Jauhari Sani, mengungkapkan bahwa program Guru Gemilang didesain secara komprehensif untuk memperkuat kualitas guru dari hulu ke hilir. Tidak hanya berfokus pada kecakapan teknis mengajar, program ini menyasar penguatan karakter spiritual dan aspek keteladanan yang tidak bisa digantikan oleh robot AI manapun. Kerja sama taktis ini dijalin bersama Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) dengan durasi kontrak pelatihan mencapai 18 bulan atau setara dengan 1.000 jam pertemuan.

"Cerdas dalam mengelola pembelajaran, amanah dalam menjalankan tugas pendidikan, dan bertalenta dalam mengembangkan diri serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar," tutur Jauhari. Pihaknya menegaskan bahwa komitmen investasi jangka panjang pada kualitas guru ini merupakan kontribusi konkret YDSF dalam menyongsong generasi emas Indonesia. Melalui penguatan karakter pendidik, mutu pendidikan nasional diharapkan dapat terkerek naik secara signifikan.

Tags: Ydsf Aisyah Prastowo Hotel Namira Surabaya Kualita Pendidikan Indonesia
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

Tantangan Birokrasi Surabaya, DPRD Minta Respons Cepat Aduan Warga 15 Jul 2026, 05:55
Bikin Kaget Warga, Terungkap Alasan Utama JPO Mayjen Sungkono Surabaya Mendadak Dibongkar 20 Jul 2026, 16:02
Surabaya Hancurkan Bandung dan Bekasi, Sukses Kawinkan Emas Jelang Porprov 2027 19 Jul 2026, 12:44
Respons RSPAL Ramelan Surabaya Terkait Keluhan Layanan ICU Pasien Serang Jantung 15 Jul 2026, 19:22

Terbaru

Bikin Terharu, Pastor Johanis Mangkey Luncurkan Buku Refleksi dan Ziarah Makam Rayakan 45 Tahun Imamat 20 Jul 2026, 16:12
Dorong Perlindungan Karya Kampus, Universitas Bima Internasional MFH Resmi Luncurkan Sentra KI 20 Jul 2026, 16:11
Heboh Sekolah Sepi Peminat di Bantul, Efek Tren Anak Muda Tunda Nikah dan Punya Anak? 20 Jul 2026, 16:11
Terobosan Inklusif, RRI Padang Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Ramah Tunanetra 20 Jul 2026, 16:10
Dua Daerah Mundur Efek Anggaran, Cabor Cricket Porprov XII NTB Resmi Dimulai Pertandingkan 4 Emas 20 Jul 2026, 16:10
Heboh Rencana SPP SMA-SMK Ditolak Dedi Mulyadi, DPRD Jabar Tetap Lanjut Bahas! 20 Jul 2026, 16:09
Heboh Program 3 Juta Rumah Subsidi, REI Sidoarjo Bongkar Tantangan Besar Pengembang! 20 Jul 2026, 16:09

Kategori

Nasional 162 artikel
Internasional 138 artikel
Olahraga 133 artikel
Ekonomi 128 artikel
Hukum 65 artikel
Entertainment 59 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 38 artikel
Lingkungan 35 artikel
Teknologi 21 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.