Bikin Kaget Warga, Terungkap Alasan Utama JPO Mayjen Sungkono Surabaya Mendadak Dibongkar
- Pembongkaran JPO Mayjen Sungkono di dekat Mal Ciputra World Surabaya sempat memicu pertanyaan mendalam dari warga yang bergantung pada fasilitas tersebut.
- BPKAD Kota Surabaya menjelaskan pembongkaran dilakukan karena struktur JPO mengalami kerusakan kritis dan membahayakan keselamatan.
- Pemkot Surabaya saat ini tengah mengkaji lokasi baru yang dinilai paling tepat untuk membangun JPO pengganti bagi pejalan kaki.
Pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Mayjen Sungkono, persis di dekat Mal Ciputra World Surabaya, memicu gelombang pertanyaan dari masyarakat setempat. Fasilitas vital yang selama ini diandalkan pejalan kaki untuk melintasi jalan raya sibuk itu mendadak dihilangkan, hingga menimbulkan kekhawatiran terkait akses penyeberangan pengganti di area koridor bisnis tersebut.
Keresahan publik ini bermula dari aduan warga bernama Agus melalui program konsultasi layanan publik. Ia menyoroti betapa pentingnya keberadaan JPO tersebut mengingat arus lalu lintas kendaraan di Jalan Mayjen Sungkono terbilang sangat padat setiap harinya. Tanpa adanya transparansi dan kejelasan akses penyeberangan baru, keselamatan warga yang biasa beraktivitas di sekitar pusat perbelanjaan tersebut menjadi terancam.
Merespons keprihatinan masyarakat, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya akhirnya buka suara memberikan klarifikasi resmi. Kepala Bidang Penatausahaan, Pemanfaatan dan Pemindahtanganan Barang Milik Daerah BPKAD Kota Surabaya, Alvian Chasanal Mubarroq, mengungkapkan bahwa tindakan tegas pembongkaran terpaksa diambil berdasarkan hasil inspeksi teknis menyeluruh yang menemukan kondisi struktur jembatan sudah sangat membahayakan.
"Jembatan tersebut dibongkar karena telah terjadi kerusakan dengan kategori kritis pada balok tumpuan girder utama dan balok pengaku rangka pilar. Selain itu, kolom rangka pilar dan pondasi berada pada dasar saluran drainase, bahkan pondasi sisi utara telah mengalami gerusan sehingga berpotensi menurunkan stabilitas struktur serta mengganggu fungsi dan kapasitas saluran drainase," tegas Alvian.
Alvian menambahkan bahwa langkah perbaikan parsial sudah tidak memungkinkan lagi untuk diterapkan secara aman. Opsi pemasangan penyangga sementara justru berisiko tinggi memicu kemacetan parah di sepanjang Jalan Mayjen Sungkono. Oleh sebab itu, pembongkaran total menjadi opsi tunggal terbaik. Saat ini, pihak Pemerintah Kota Surabaya sedang melakukan kajian mendalam untuk merencanakan pembangunan JPO baru di lokasi pengganti yang lebih strategis dan aman.