Dua Daerah Mundur Efek Anggaran, Cabor Cricket Porprov XII NTB Resmi Dimulai Pertandingkan 4 Emas
- Cabang olahraga Cricket pada Porprov XII NTB resmi dimulai di Lapangan Dirgantara Zam Mataram dengan memperebutkan empat medali emas.
- Persaingan cabor Cricket Porprov XII NTB kini hanya diikuti oleh empat kontingen daerah, yaitu Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kabupaten Bima.
- Dua wilayah lain, yakni Sumbawa Barat dan Lombok Timur, terpaksa mengundurkan diri akibat keterbatasan kondisi fiskal daerah.
Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menyajikan peta persaingan sengit dari arena olahraga. Cabang olahraga (cabor) Cricket secara resmi telah memulai rangkaian pertandingan sengitnya di Lapangan Dirgantara Zam Mataram, Senin (20/7/2026). Para atlet terbaik daerah siap bertarung habis-habisan demi membawa pulang raihan prestasi tertinggi.
Ketua Panitia Pelaksana Cabor Cricket, Hari Gunawan, mengonfirmasi bahwa terdapat empat nomor pertandingan bergengsi yang disiapkan dalam ajang olahraga empat tahunan ini. Keempat nomor yang disepakati mencakup Super Six's, Super Eight (Super 8's), T10 (T-Ten), serta T20 (Twenty – Twenty). Setiap kategori nomor pertandingan tersebut bakal memperebutkan total empat medali emas yang sangat krusial bagi perolehan kasta kontingen.
"Alhamdulillah, pada Porprov XII ini cabang olahraga Cricket mempertandingkan empat nomor, yaitu Sixes, Super Eights, T10, dan T20. Dari empat nomor tersebut akan diperebutkan empat medali emas," ungkap Ketua Panitia Pelaksana Cabor Cricket, Hari Gunawan, saat mengonfirmasi dimulainya kompetisi cabor kriket tersebut.
Meski antusiasme tinggi melingkupi jalannya kompetisi, persaingan cabor kriket kali ini diwarnai cerita kurang mengenakkan terkait efisiensi anggaran daerah. Dari semula enam kabupaten/kota yang menyatakan minat berpartisipasi, kini tersisa empat kontingen saja yang resmi bertanding, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, serta Kabupaten Bima. Sementara itu, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Timur terpaksa memilih mundur.
"Awalnya ada enam kabupaten/kota yang akan berpartisipasi. Namun, Sumbawa Barat dan Lombok Timur akhirnya mengundurkan diri karena kondisi fiskal daerah, sehingga tersisa empat kabupaten/kota yang bertanding," terang Hari secara rinci terkait hambatan yang dialami partisipan daerah tersebut.
Guna memastikan laga berlangsung profesional dan objektif, pihak panitia melibatkan technical delegate berlisensi nasional langsung dari Pengurus Besar Persatuan Cricket Indonesia (PB PCI) sebagai wasit utama. Dukungan tersebut dipadukan dengan keterlibatan enam tenaga lokal kompeten, di mana empat di antaranya telah menggenggam sertifikasi wasit nasional. Ajang ini diharapkan mampu melahirkan bibit atlet unggulan NTB yang siap meledak di panggung nasional.