Surabaya Hancurkan Bandung dan Bekasi, Sukses Kawinkan Emas Jelang Porprov 2027
- Tim putri U-23 Surabaya meraih juara setelah menekuk Kota Bekasi 16-15, sementara tim putra melibas tuan rumah Kota Bandung 23-15.
- Prestasi gemilang ini diraih mayoritas oleh atlet usia muda yang berstatus pelajar SMP dan SMA berkat pembinaan sejak tahun 2023.
- Pengkot ABTI Surabaya kini membidik target ambisius menyapu bersih empat medali emas pada ajang Porprov Jatim 2027 mendatang.
Tim bola tangan Kota Surabaya sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyapu bersih gelar juara kategori putra dan putri pada ajang bergengsi Bandung Handball Open Championship 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas program pembinaan atlet usia muda yang telah dirancang selama beberapa tahun terakhir. Prestasi luar biasa tersebut sekaligus menjadi modal dan pemantik semangat penting untuk memburu target empat medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Pertempuran sengit yang berlangsung di Queen Stadium, Bandung, sejak 13 hingga 17 Juli 2026, memperlihatkan dominasi total skuad Kota Pahlawan. Tim putri U-23 Surabaya sukses keluar sebagai juara dramatis setelah mengandaskan perlawanan ketat Kota Bekasi dengan skor tipis 16-15 di partai final. Melengkapi kedigdayaan tersebut, tim putra U-23 memastikan gelar kedua usai melumat habis perlawanan tuan rumah Kota Bandung dengan keunggulan telak 23-15.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengkot Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Surabaya, Muhammad Faizal, mengungkapkan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan hasil proses panjang yang konsisten. Dirinya menegaskan tidak ada faktor kebetulan dalam kesuksesan yang diraih anak asuhnya di lapangan. "Kemenangan ini bukan keajaiban semalam, tetapi buah dari persiapan yang sudah lama. Kami mematangkan fisik, teknik, taktik, dan mental atlet melalui latihan rutin Senin sampai Sabtu. Hari Sabtu kami gunakan untuk uji coba," kata Faizal saat diwawancarai.
Kejutan terbesar dari skuad Surabaya kali ini adalah fakta bahwa mayoritas materi pemain yang diturunkan sebenarnya masih berstatus pelajar aktif tingkat SMP dan SMA. Namun, berkat ketangguhan mental dan fisik yang terasah, mereka mampu melompati batasan usia dan meredam perlawanan tim-tim tangguh di kategori U-23. "Mayoritas atlet kami masih pelajar, tetapi sudah berani bersaing di kategori U-23. Ini hasil dari program pembinaan berjenjang yang kami bangun sejak 2023, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA," ujarnya menambahkan.
Evaluasi dari jalannya kompetisi juga memperlihatkan daya juang yang luar biasa dari skuad putra yang sempat menelan kekalahan dua poin dari Kota Bandung pada fase penyisihan grup. Kegagalan awal tersebut justru dibayar tuntas saat kedua tim kembali bentrok di partai puncak dengan performa yang jauh lebih matang. "Di final kami membalas dengan kemenangan meyakinkan. Anak-anak menunjukkan mental juara dan mampu menang dengan selisih delapan poin," ungkap Faizal dengan nada bangga.
Apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada pengorbanan para atlet yang tetap memegang teguh komitmen latihan berat di kawasan Gelora Bung Tomo meski harus menempuh jarak yang sangat jauh. Selepas memenangkan kompetisi nasional ini, ABTI Surabaya langsung mengalihkan radar bidikan ke Porprov Jatim 2027 dengan mempersiapkan tim indoor sekaligus mengantisipasi nomor beach handball. "Kalau nomor beach masuk Porprov, target kami tetap empat medali emas, yakni putra-putri indoor dan putra-putri beach. Kami optimistis karena dalam beberapa kejuaraan nasional nomor beach juga mampu kami sapu bersih," tutur Faizal menegaskan.