Ellen Honandar Sondakh Pimpin Gerakan Lawan Sampah, Ubah Limbah Jadi Ekonomi di Bitung
- Ketua TP PKK Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh memimpin gerakan pengelolaan sampah dari rumah lewat pelatihan pembuatan pupuk kompos di Kecamatan Lembeh Selatan.
- Volume sampah harian Kota Bitung diperkirakan mencapai 100 hingga 120 ton per hari, sehingga penanganan dari tingkat rumah tangga dinilai sangat krusial.
- TP PKK Kota Bitung menyalurkan 75 bibit tanaman produktif kepada warga setempat guna mendukung program ketahanan pangan keluarga berbasis pemanfaatan kompos.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bitung, Ellen Honandar Sondakh, memimpin langsung gerakan nyata pengelolaan sampah rumah tangga melalui Pelatihan Pembuatan Kompos di Kelurahan Batulubang, Kecamatan Lembeh Selatan. Langkah konkret ini diambil untuk memperkuat budaya pemilahan limbah sejak dari sumbernya sekaligus mendorong lahirnya ekonomi kreatif keluarga yang berbasis kelestarian lingkungan.
Dalam aksi sosial yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung ini, Ellen tidak canggung untuk turun langsung ke lapangan. Ia memegang sekop untuk memperagakan proses pencampuran bahan baku kompos bersama para peserta sebagai simbol bahwa perubahan besar selalu dimulai dari tindakan nyata. Agenda edukatif tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus PKK, perwakilan dinas terkait, pihak kecamatan, hingga mahasiswa dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
'Persoalan sampah bukan lagi hanya urusan pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Perubahan dimulai dari rumah dengan memilah dan mengolah sampah,' tegas Ellen di hadapan para warga yang hadir. Menurut data yang dipaparkannya, setiap warga rata-rata menghasilkan sekitar setengah kilogram sampah setiap hari, sehingga total volume sampah di Kota Bitung diperkirakan bisa menembus 100 hingga 120 ton per harinya.
Ellen menambahkan, jika masyarakat tidak kunjung sadar untuk mengurangi produksi sampah harian dari rumah tangga, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setempat dipastikan akan semakin terbebani secara kritis. Melalui pengolahan berkala, sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat disulap menjadi pupuk kompos penyubur tanaman. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik atau kardus bekas bisa disalurkan ke bank sampah untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.
'Jangan lagi melihat sampah sebagai beban. Sampah yang dipilah dengan benar bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,' katanya. Guna mengoptimalkan hasil dari pelatihan pembuatan pupuk organik tersebut, TP PKK Kota Bitung menyerahkan bantuan berupa 75 bibit tanaman produktif yang terdiri dari terong, tomat, dan bayam untuk ditanam di pekarangan rumah warga sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan lokal.