Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Bali
  • Iran
  • Yogyakarta
  • Medan
  • Selat Hormuz
  • Surabaya
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Bali Iran Yogyakarta Medan Selat Hormuz Surabaya

Polemik Kontrak Lahan Milik Mafia di Kolombia, Dituding Jadi Kedok Aksi Perampasan Aset

Marylin León • 15 Juli 2026, 16:04 • Internasional
  • Direktur Badan Pertanahan Nasional Kolombia (ANT) Felipe Harman membela kesepakatan pengelolaan lahan mafia senilai 500 miliar peso atau setara Rp 1,8 triliun.
  • Kontrak kerja sama tersebut dilaporkan ke pihak berwajib oleh Germán Calderón España atas dugaan penyimpangan dana dan realisasi anggaran yang nihil.
  • Pakar hukum menilai mekanisme pengalihan aset sitaan ini berpotensi menjadi aksi perampasan tanah berkedok hukum yang merugikan pemilik sah.

Polemik besar sedang melanda pengelolaan aset sitaan di Kolombia setelah kesepakatan pengelolaan lahan bernilai fantastis dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan korupsi. Direktur Badan Pertanahan Nasional Kolombia (ANT), Felipe Harman, secara terbuka membela kontrak kerja sama senilai 500 miliar peso (sekitar Rp 1,8 triliun) yang dijalin institusinya dengan Lembaga Aset Khusus (SAE). Harman menegaskan bahwa langkah ini merupakan terobosan hukum yang revolusioner bagi para petani kecil.

Sebelumnya, Germán Calderón España selaku Direktur Badan Pertahanan Hukum Negara mengajukan gugatan pidana terkait dugaan penyimpangan dalam kontrak payung tersebut. Dalam laporannya, España menyoroti adanya pencairan dana yang telah mencapai 80 persen dari total anggaran, namun realisasi fisik di lapangan masih menyentuh angka nol persen. Dugaan manipulasi anggaran pertanahan ini langsung memicu perdebatan sengit di ruang publik Kolombia.

Menanggapi tuduhan tersebut, Felipe Harman menyatakan bahwa pengalihan lahan sitaan hasil kejahatan narkoba kepada para petani miskin merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan, bukan tindak pidana. Kontrak bernilai jumbo ini dirancang sebagai jaminan hukum apabila ada pemilik lama yang menggugat status tanah mereka di masa depan. 'Kami bangga karena belum pernah ada aset mafia yang dibeli untuk diserahkan langsung kepada petani tanpa tanah,' ujar Harman dalam interviu bersama Caracol Radio.

Harman juga menjelaskan skenario hukum jika pengadilan memutuskan untuk mengembalikan aset tersebut kepada pemilik semula karena terbukti tidak terlibat jaringan mafia. Menurutnya, negara tidak akan mengembalikan lahan fisik yang sudah terlanjur digarap oleh para petani, melainkan memberikan ganti rugi dalam bentuk uang tunai. Ia juga mengeklaim bahwa Badan Pemeriksa Keuangan Kolombia sudah mengaudit kontrak ini dan hanya menemukan kendala administratif terkait percepatan balik nama sertifikat, tanpa ada risiko kerugian uang negara.

Di sisi lain, pandangan berbeda disampaikan oleh pengacara senior Franco Salazar yang menilai skema kerja sama ini menyerupai aksi 'perampasan tanah terselubung'. Salazar berargumen bahwa proses hukum bagi warga yang ingin membuktikan asetnya disita secara keliru oleh SAE bisa memakan waktu hingga 13 tahun. 'Mereka harus berjuang bertahun-tahun demi mendapatkan kembali asetnya yang kemungkinan besar sudah rusak, telantar, atau tidak lagi bernilai fungsi,' kritik Salazar menutup pernyataannya.

Tags: Felipe Harman Kolombia Sociedad De Activos Especiales Agencia Nacional De Tierras
Sumber: caracol.com.co

Artikel Lainnya

Proyek Tol 5G Troncal del Magdalena Medio Kolombia Target Rampung Tahap Satu di 2028 15 Jul 2026, 11:07
ANI Sosialisasikan Tarif Tol Khusus di Autopistas del Cafe Kolombia 15 Jul 2026, 13:04
Kolombia Perketat Aturan Keselamatan Kerja di SPBU, Pengusaha Wajib Patuh 15 Jul 2026, 06:15
Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10

Terbaru

Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10
Dilema Ekonomi Tiongkok, Antara Ambisi Pembangunan Masif dan Krisis Pengangguran Muda 15 Jul 2026, 16:10
Menteri Keuangan Chile Bantah Ada Trik dalam Rencana Pemangkasan Pajak Korporasi 15 Jul 2026, 16:06
Reformasi Dana Bahan Bakar Kolombia, Pengusaha Minta Harga Tetap Stabil dan Transparan 15 Jul 2026, 16:05
Dolar Venezuela Tembus 723 Bolivar, Inflasi dan Kebutuhan Transaksi Picu Lonjakan 15 Jul 2026, 16:05
Ekonomi Cile Terpuruk, Pesimisme Finansial Rumah Tangga Tembus Level Terburuk dalam 12 Tahun 15 Jul 2026, 16:04
AS Longgarkan Aturan Emisi Truk, Hemat Biaya tapi Polusi Udara Naik 15 Jul 2026, 16:03

Kategori

Internasional 53 artikel
Nasional 50 artikel
Ekonomi 48 artikel
Olahraga 40 artikel
Hukum 21 artikel
Entertainment 17 artikel
Bisnis 15 artikel
Budaya 12 artikel
Lingkungan 9 artikel
Teknologi 6 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Bali Iran Yogyakarta Medan Selat Hormuz Surabaya
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.