Gelombang Panas Ekstrem Panggang Eropa, Hutan Dekat Paris Terbakar Hebat
- Kebakaran hutan hebat melanda lebih dari tujuh mil persegi kawasan Hutan Fontainebleau di selatan kota Paris akibat gelombang panas ekstrem.
- Pesawat pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengambil air langsung dari Sungai Seine guna mengendalikan kobaran api yang kian meluas.
- Pihak kepolisian menahan enam orang terduga pelaku pembakaran sengaja, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran sukarela berusia 19 tahun.
Petugas pemadam kebakaran Prancis tengah berjuang keras melawan kobaran api yang melanda kawasan hutan di sebelah selatan Paris. Kebakaran hebat ini terjadi di tengah gelombang panas mematikan yang terus meluas dan memanggang sebagian besar wilayah benua Eropa. Kondisi cuaca yang kering dan menyengat membuat api dengan cepat merambat ke area vegetasi yang lebih luas.
Lebih dari tujuh mil persegi kawasan Hutan Fontainebleau dilaporkan telah hangus terbakar. Untuk mengatasi situasi darurat ini, armada pesawat pemadam kebakaran dikerahkan secara khusus untuk menyendok air langsung dari Sungai Seine demi menjinakkan si jago merah. Langkah mitigasi cepat ini terus dipacu mengingat lokasi kebakaran yang cukup dekat dengan area padat penduduk di sekitar ibu kota Prancis.
Di sisi lain, penegak hukum bergerak cepat menyelidiki penyebab bencana ini dan telah mengamankan enam orang dalam penahanan kepolisian. Salah satu terduga pelaku adalah seorang pemadam kebakaran sukarela berusia 19 tahun yang telah mengakui perbuatannya di hadapan kejaksaan Fontainebleau. 'Ia mengaku telah menyulut ranting-ranting pohon menggunakan korek api dan bensin,' ungkap perwakilan kantor kejaksaan setempat dalam pernyataan resminya.
Kasus pembakaran di Prancis ini terancam sanksi yang sangat berat demi memberikan efek jera. Pelaku pembakaran dengan sengaja dapat dijatuhi denda sebesar 150.000 euro dan hukuman penjara hingga 10 tahun. Ancaman hukuman tersebut dapat melonjak hingga 15 tahun penjara jika tindakan kriminal itu terbukti membahayakan nyawa manusia atau berisiko menyebabkan kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan kembali.
Krisis iklim global dinilai menjadi motor utama di balik cuaca yang jauh lebih panas dan kering, yang kemudian memicu musim kebakaran yang lebih ganas di Eropa tahun ini. Dampak sekunder dari gelombang panas ini bahkan telah mengganggu operasional pembangkit listrik tenaga nuklir di Prancis akibat kenaikan suhu air sungai yang digunakan sebagai pendingin. Selain itu, sektor pertanian juga terpukul hebat dengan prediksi penurunan drastis pada hasil panen jagung dan gandum di seluruh kawasan Uni Eropa.