Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Olahraga
  • Nasional
  • Entertainment
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Budaya
  • Hukum
  • Donald Trump
  • Amerika Serikat
  • Inggris
  • Kalimantan Timur
  • Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
  • Iran
  • Bali
  • Manchester United
  • Aston Villa
  • Selat Hormuz
Kategori
Internasional Olahraga Nasional Entertainment Ekonomi Teknologi Bisnis Budaya Hukum
Tag
Donald Trump Amerika Serikat Inggris Kalimantan Timur Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Iran Bali Manchester United Aston Villa Selat Hormuz

Festival Latin Terbesar Kanada Mencekam, Penembakan Massal di Toronto Tewaskan 2 Orang

Emma Tucker • 15 Juli 2026, 03:03 • Internasional
  • Dua orang pria tewas dan empat orang lainnya mengalami luka serius akibat penembakan massal di festival jalanan Latin terbesar di Toronto, Kanada.
  • Baku tembak terjadi secara membabi buta di tengah kerumunan sekitar 13.000 pengunjung festival Salsa on St. Clair sebelum polisi mengamankan lokasi.
  • Wali Kota Toronto Olivia Chow dan Perdana Menteri Mark Carney mengutuk keras insiden ini, sementara pelaku penembakan masih dalam pengejaran.

Dua orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah sedikitnya dua pelaku terlibat baku tembak di tengah kerumunan sekitar 13.000 orang dalam festival jalanan Latin terbesar di Toronto, Kanada, pada Sabtu waktu setempat. Insiden berdarah ini langsung mengubah suasana festival budaya yang meriah menjadi ajang kepanikan massal bagi para pengunjung yang hadir.

Wakil Kepala Kepolisian Toronto, Frank Barredo, mengonfirmasi bahwa total ada enam orang yang menjadi korban tembakan dalam festival bertajuk Salsa on St. Clair tersebut. Dua korban tewas diidentifikasi sebagai laki-laki, sementara empat korban luka lainnya segera dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka yang sangat serius. Saat ini, tim penyidik telah memasang garis polisi di tiga tempat kejadian perkara (TKP) yang terpisah serta berhasil mengamankan dua pucuk senjata api milik pelaku.

"Ini tampaknya merupakan aksi saling tembak antara dua individu yang saling menyasar satu sama lain," ujar Barredo dalam konferensi pers yang digelar tak lama setelah kejadian. Barredo juga menambahkan bahwa tindakan nekat kedua pelaku tersebut telah menempatkan sejumlah besar masyarakat sipil yang tidak bersalah berada dalam bahaya secara membabi buta. Pihak kepolisian masih memburu para pelaku yang diduga telah melarikan diri dari lokasi kejadian pasca-penembakan.

Seorang jurnalis media lokal CP24, Joanna Lavoie, yang kebetulan sedang berada di lokasi untuk menikmati festival menceritakan bagaimana suasana kegembiraan langsung sirna seketika saat rentetan tembakan terdengar. "Semua orang berada dalam ketidakpercayaan dan ketakutan. Itu adalah situasi yang sangat mengerikan. Kami di sini untuk bersenang-senang, kami tidak mengharapkan hal seperti ini terjadi," ungkap Lavoie yang juga sempat melihat seorang wanita mengalami luka parah akibat terkena peluru nyasar.

Wali Kota Toronto, Olivia Chow, mengutuk keras insiden ini dan menyebutnya sebagai tindakan kekerasan yang sembrono serta keji di tengah festival yang padat pengunjung. Chow berjanji akan memberikan semua sumber daya yang dibutuhkan oleh Kepolisian Toronto demi menangkap pihak yang bertanggung jawab serta membersihkan senjata api ilegal dari jalanan. Senada dengan Chow, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengaku sangat terkejut atas insiden kelam ini dan mengirimkan doa mendalam bagi seluruh keluarga korban yang ditinggalkan.

Meskipun kasus kekerasan bersenjata yang mematikan tergolong lebih jarang terjadi di Kanada dibandingkan dengan negara tetangganya, Amerika Serikat, insiden ini menambah rentetan teror bersenjata dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintahan Kanada sendiri sebenarnya telah memperketat undang-undang kepemilikan senjata api secara masif sejak insiden penembakan massal di Nova Scotia pada tahun 2020 lalu yang menewaskan 22 orang.

Tags: Toronto Kanada Olivia Chow Mark Carney
Sumber: CNN

Artikel Lainnya

Pembunuhan 3 Politikus Inggris dalam Sedekade Terakhir, Alarm Bahaya Demokrasi 15 Jul 2026, 03:07
Gelombang Panas Ekstrem Panggang Eropa, Hutan Dekat Paris Terbakar Hebat 15 Jul 2026, 03:13
Kolam Lincoln Memorial Dikuras Lagi, Trump Tuding Aksi Vandalisme Jadi Biang Keladi 15 Jul 2026, 03:14
Donald Trump Kecam Henry Cuellar, Anggota Kongres yang Pernah Ia Ampuni 15 Jul 2026, 03:15

Terbaru

Hakim Agung AS Barrett dan Kagan Hadapi Parlemen Usai Putusan Kontroversial 15 Jul 2026, 10:05
Song Mino WINNER Jadi Sorotan Saat Hadiri Sidang Kasus Pelanggaran Wajib Militer 15 Jul 2026, 03:31
Persaingan Bola Emas Piala Dunia 2026, Mbappe dan Messi Memimpin, Diikuti Bellingham 15 Jul 2026, 03:31
Hubungan Benci tapi Cinta Jude Bellingham dan Thomas Tuchel, Bukan Masalah bagi Inggris 15 Jul 2026, 03:30
Konflik Memanas, AS Serang Wilayah Iran dan Teheran Balas Targetkan Negara Teluk 15 Jul 2026, 03:30
Astronot AS dan Rusia Meluncur Bersama ke Luar Angkasa Gunakan Soyuz 15 Jul 2026, 03:29
Heboh Rumor Hengkang dari JYP Entertainment, Tzuyu TWICE Malah Curhat Kotoran Anjing 15 Jul 2026, 03:29

Kategori

Internasional 13 artikel
Olahraga 11 artikel
Nasional 9 artikel
Entertainment 5 artikel
Ekonomi 4 artikel
Teknologi 2 artikel
Bisnis 2 artikel
Budaya 1 artikel
Hukum 1 artikel

Tag Populer

Donald Trump Amerika Serikat Inggris Kalimantan Timur Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Iran Bali Manchester United Aston Villa Selat Hormuz
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.