Geger, Mayoritas Pemilih di Pennsylvania Desak Senator John Fetterman Keluar dari Demokrat
- Hasil jajak pendapat Universitas Quinnipiac menunjukkan 52 persen pemilih menginginkan Senator John Fetterman hengkang dari Partai Demokrat.
- Fetterman kerap berselisih pandang dengan partainya sendiri, namun ia menegaskan belum memiliki rencana untuk membelot ke kubu Republik.
- Senator AS tersebut menyatakan batas toleransinya adalah jika Partai Demokrat secara resmi mengambil sikap anti-Israel dalam kebijakan luar negerinya.
Gelombang ketidakpuasan politik tengah melanda Pennsylvania, Amerika Serikat, setelah sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan hasil yang mengejutkan bagi karier politik Senator John Fetterman. Lebih dari separuh pemilih terdaftar di negara bagian tersebut secara terang-terangan mendesak Fetterman untuk segera angkat kaki dari Partai Demokrat. Tekanan ini muncul di tengah spekulasi yang kian menguat bahwa kubu oposisi, yakni Partai Republik, tengah berupaya keras merayu sang senator berhaluan tengah tersebut untuk berpindah kubu.
Berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh Universitas Quinnipiac, sebanyak 52 persen responden menyatakan keinginan mereka agar Fetterman meninggalkan partai berlogo keledai tersebut. Uniknya, desakan ini datang dari lintas kubu, mencakup 57 persen pemilih Demokrat, 55 persen pemilih Republik, dan 46 persen pemilih independen. Kendati demikian, tingkat elektabilitas pribadi Fetterman sebenarnya masih tergolong stabil dan berada di angka 48 persen.
"Kubu Demokrat tampaknya ingin menunjukkan pintu keluar untuknya, sementara kubu Republik justru bersiap menyambutnya dengan tangan terbuka. Inilah ironi politik terbesar yang sedang dihadapi oleh Senator John Fetterman saat ini," papar Tim Malloy selaku analis jajak pendapat dari Universitas Quinnipiac dalam laporan resminya.
Sejak berhasil memenangkan kursi Senat yang sebelumnya dikuasai politikus Republik Pat Toomey pada pemilu 2022 lalu, Fetterman memang kerap mengambil langkah politik yang kontroversial. Ia berulang kali melakukan pemungutan suara yang sejalan dengan kebijakan faksi Republik di Washington dan tak jarang melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan partainya sendiri. Meski begitu, senator bertubuh jangkung ini sempat menepis isu kepindahannya ke kubu merah dalam sebuah opini di media massa nasional.
"Saya akan menjadi kader Republik yang sangat buruk karena pada akhirnya saya masih memberikan suara yang sangat condong bersama Demokrat," tulis Fetterman dalam kolom opininya beberapa waktu lalu. Namun, dalam wawancara terbaru di forum Hill Nation Summit di Washington, ia memberikan sinyal peringatan keras bahwa garis merah baginya adalah masalah geopolitik Timur Tengah. "Jika partai kami benar-benar resmi menjadi partai anti-Israel, saat itulah saya akan langsung pergi karena masalah itu adalah batas moralitas yang sangat jelas bagi saya," tegasnya.