Kyiv Membara, Pemecahan Menhan Ukraina Picu Demo Langka dan Perpecahan Militer
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memecat Menteri Pertahanan populer Mykhaylo Fedorov di tengah masa perang melawan Rusia.
- Pemecatan ini memicu aksi unjuk rasa langka dari ratusan warga di Kyiv dan serangan verbal terbuka dari Fedorov kepada Panglima Militer Oleksandr Syrskyi.
- Fedorov dikenal sukses mereformasi pertahanan Ukraina lewat inovasi drone tempur dan peningkatan kesejahteraan prajurit di garis depan.
Langkah mengejutkan diambil oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang resmi mendepak Menteri Pertahanan Mykhaylo Fedorov dari jabatannya di tengah memanasnya perang melawan Rusia. Keputusan sepihak ini langsung memicu gelombang protes langka dari ratusan warga sipil di ibu kota Kyiv. Tidak hanya itu, pemecatan ini juga membongkar keretakan internal yang sangat serius di tubuh militer pertahanan negara tersebut.
Mykhaylo Fedorov yang baru menjabat selama enam bulan dikenal sangat populer di kalangan prajurit karena berhasil merombak sistem pembayaran gaji serta memperbaiki rotasi pasukan di garis depan. Di bawah kepemimpinannya, Ukraina berhasil meningkatkan produksi drone tempur secara masif yang mampu melumpuhkan berbagai kilang minyak jauh di dalam wilayah Rusia. Namun, pendekatan inovatif pria berusia 35 tahun itu justru membentur tembok birokrasi dan memicu konflik tajam dengan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi.
Kemarahan publik meledak di jalanan Kyiv tak lama setelah pengumuman pemecatan tersebut disebarkan ke publik. Para demonstran yang didominasi oleh kalangan muda menilai keputusan Zelensky sangat tidak masuk akal mengingat kontribusi besar Fedorov dalam digitalisasi medan perang. "Fedorov adalah sosok yang memperkenalkan teknologi canggih sehingga drone kami bisa melakukan sebagian besar pertempuran menggantikan manusia," ujar salah satu demonstran di Kyiv.
Perseteruan internal ini semakin memanas setelah Fedorov meluncurkan kritik pedas secara terbuka kepada Jenderal Syrskyi dalam sebuah konferensi pers resmi. Ia menuduh adanya sabotase terhadap reformasi militer dan menyebut keputusan penting di garis depan pertahanan sering kali diambil berdasarkan loyalitas buta, bukan data riil di lapangan. "Anda tidak bisa menyelesaikan masalah mobilisasi kecuali ada perubahan nyata di militer. Apa yang kita tawarkan sekarang? Kebohongan dan kekacauan," semprot Fedorov dengan nada berapi-api.
Zelensky sendiri berusaha meredam situasi dengan menunjuk Yevhenii Khmara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Keamanan Ukraina, untuk mengisi posisi menteri pertahanan sementara. Meski demikian, keputusan mencopot Fedorov telanjur membuat para sekutu Barat Ukraina di Eropa terkejut dan khawatir akan stabilitas pemerintahan Kyiv. Apalagi, pemecatan dramatis ini terjadi bersamaan dengan hujan serangan rudal Rusia yang kembali menghantam beberapa wilayah di ibu kota Kyiv.