Gebrakan Raksasa Tiongkok di IKN, Nekat Guyur Rp 1,27 Triliun Demi Bangun Apartemen Mewah
- Investor asal Tiongkok, PT Star Bright International Investment, menanamkan modal sebesar Rp 1,27 triliun untuk memperkuat sektor hunian di Ibu Kota Nusantara (IKN).
- Proyek ini mencakup pembangunan empat menara apartemen dengan total 680 unit yang dilengkapi berbagai fasilitas komersial di Wilayah Perencanaan 1B KIPP.
- Pembangunan tahap awal berupa dua menara ditargetkan selesai akhir tahun 2026, sementara sisa menara lainnya diproyeksikan rampung pada 2028.
Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menarik perhatian global seiring dengan derasnya arus investasi asing yang masuk ke tanah air. Kali ini, investor raksasa asal Tiongkok resmi memperkuat sektor hunian di ibu kota baru tersebut dengan nilai investasi yang sangat fantastis. Melalui PT Star Bright International Investment, perusahaan yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co Ltd asal Tiongkok, proyek pembangunan apartemen mewah senilai Rp 1,27 triliun siap direalisasikan di kawasan inti pemerintahan.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengonfirmasi bahwa komitmen investasi asing ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap prospek IKN masih sangat tinggi. Proyek hunian vertikal ini akan dibangun tepat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang terletak di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. "Investor asing membangun hunian di kawasan inti pusat pemerintahan," ujar Basuki saat memberikan keterangan pers terkait kelanjutan pembangunan infrastruktur IKN.
Basuki juga menambahkan bahwa langkah strategis ini diharapkan mampu memicu efek domino bagi masuknya investasi asing lainnya di masa mendatang. Kehadiran hunian representatif ini sangat penting dalam menunjang ekosistem kehidupan perkotaan yang dinamis dan modern di IKN. "Kawasan dengan investasi sekitar Rp 1,27 triliun itu akan mendukung operasional pemerintahan dan kegiatan ekonomi," kata Basuki menjelaskan dampak positif proyek tersebut terhadap kelangsungan aktivitas di ibu kota baru.
Proyek apartemen terintegrasi ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 15.501 meter persegi pada Wilayah Perencanaan 1B KIPP. Selain menyediakan unit hunian berkualitas tinggi, kawasan ini juga dirancang secara komprehensif dengan menghadirkan fasilitas pendukung seperti restoran, area ritel modern, pusat kebugaran, hingga kawasan komersial eksklusif. Pada tahap awal pembangunan, pengembang akan fokus mendirikan dua menara apartemen yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.
Presiden Direktur PT Starbright International Investment, Lu Keming, menyatakan optimisme yang tinggi terhadap masa depan proyek ini dan potensi besar yang ditawarkan oleh IKN. Menurutnya, proyek ini nantinya akan menghasilkan total empat menara dengan daya tampung sekitar 680 unit apartemen yang menghadap langsung ke panorama indah perbukitan, Istana Garuda, serta kompleks yudikatif dan legislatif. "Total empat menara dengan sekitar 680 unit, prospek di IKN cukup besar dan kami juga tertarik berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata," tutur Lu Keming optimis.