Bikin Gebrakan, Pramono Anung Siapkan Beasiswa ala LPDP Khusus Warga Jakarta Kuliah ke Luar Negeri
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gedung SMA Labschool Ciracas yang megah sebagai bagian dari investasi jangka panjang menuju Jakarta kota global.
- Pemprov DKI Jakarta mengumumkan rencana peluncuran program beasiswa mandiri mirip skema LPDP mulai tahun 2027 untuk kuliah ke luar negeri.
- Selain infrastruktur baru, Pemprov DKI juga memperluas jangkauan KJP Plus, KJMU hingga jenjang S3, serta menjalankan program pemutihan ijazah tertahan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus tancap gas dalam memperkuat kualitas sektor pendidikan demi mencetak sumber daya manusia yang unggul menjelang usia Jakarta yang ke-500 tahun. Gebrakan teranyar ditunjukkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan Gedung SMA Labschool Ciracas di Jalan H. Baping, Ciracas, Jakarta Timur. Kehadiran fasilitas megah ini dinilai sebagai langkah strategis untuk membawa Jakarta bertransformasi menjadi kota global yang kompetitif.
Gedung baru SMA Labschool Ciracas yang berdiri di atas lahan seluas 9.800 meter persegi ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pembelajaran modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pramono menyampaikan apresiasi mendalam kepada Yayasan Pendidikan Sumber Setia Berkah beserta seluruh pihak yang berkolaborasi mewujudkan fasilitas tersebut. "Kehadiran fasilitas pendidikan yang semakin baik merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing," ujar Pramono di hadapan para undangan.
Tidak sekadar meresmikan gedung sekolah baru, Pramono juga membawa kabar gembira bagi dunia pendidikan tinggi di Jakarta. Mulai tahun 2027, Pemprov DKI Jakarta berencana meluncurkan program beasiswa mandiri dengan skema pendanaan menyerupai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Skema ini dirancang khusus untuk membantu putra-putri berprestasi asal Jakarta agar bisa menembus universitas-universitas terbaik di kancah internasional tanpa terhalang kendala finansial.
Pada tahap awal peluncurannya nanti, beasiswa premium ini akan diprioritaskan bagi kalangan masyarakat kurang mampu yang memiliki KTP Jakarta dan telah lolos seleksi di kampus bereputasi dunia. "Pada tahap awal kami menargetkan sekitar 50 hingga 75 mahasiswa dapat menempuh pendidikan di luar negeri. Program ini diprioritaskan bagi warga ber-KTP Jakarta yang telah diterima di perguruan tinggi bereputasi, terutama dari keluarga kurang mampu agar tepat sasaran," jelas politisi yang akrab disapa Mas Pram tersebut.
Langkah progresif ini juga memperkuat jajaran bantuan sosial pendidikan yang sudah berjalan masif, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang menyasar 707.477 siswa dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi 15.825 mahasiswa yang kini diperluas hingga jenjang S2 dan S3. Pemprov DKI Jakarta bahkan bekerja sama dengan Baznas (Bazis) DKI dalam mengatasi masalah klasik ijazah tertahan. "Di Jakarta ternyata masih banyak warga kurang mampu yang ijazahnya tertahan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Baznas (Bazis) menjalankan Program Pemutihan Ijazah. Kami mengambil alih penyelesaian seluruh persoalan administrasi dan kewajiban keuangannya," pungkas Pramono.