Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Hukum
  • Teknologi
  • Lingkungan
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Inggris
  • Kolombia
  • Iran
  • Selat Hormuz
  • Yogyakarta
  • Korea Selatan
  • Subang
  • Manchester United
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Entertainment Bisnis Budaya Hukum Teknologi Lingkungan
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Inggris Kolombia Iran Selat Hormuz Yogyakarta Korea Selatan Subang Manchester United

Taliban Gelar Pertemuan Rahasia dengan Uni Eropa di Brussels Bahas Deportasi

Tim Redaksi • 15 Juli 2026, 06:03 • Internasional
  • Delegasi Taliban mengadakan pertemuan tertutup perdana dengan staf Uni Eropa di Brussels untuk membahas pemulangan warga Afghanistan.
  • Langkah ini mendapat kecaman keras dari para aktivis kemanusiaan yang menilai Uni Eropa telah mencederai komitmen penegakan hak asasi manusia.
  • Pihak Uni Eropa menegaskan pertemuan teknis ini bukan bentuk pengakuan diplomatik resmi terhadap pemerintahan bentukan Taliban.

Delegasi dari kelompok Taliban dilaporkan telah mengadakan pertemuan rahasia dan tertutup perdana dengan staf Uni Eropa di Brussels, Belgia. Pertemuan bersejarah ini secara khusus difokuskan untuk membahas layanan konsuler diplomatik serta proses pemulangan warga Afghanistan secara bermartabat dari negara-negara Eropa. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan politik dari negara-negara anggota Uni Eropa untuk mempercepat proses deportasi bagi para imigran yang pengajuan suakanya ditolak atau yang melakukan tindak kriminal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taliban, Abdul Qahar Balkhi, mengonfirmasi bahwa kunjungan lima delegasi tersebut merupakan momen bersejarah karena menjadi kali pertama perwakilan Emirat Islam Afghanistan berdialog langsung di markas Uni Eropa. 'Ini adalah langkah krusial untuk memulai kembali layanan konsuler bagi warga kami di wilayah Uni Eropa, sekaligus membangun langkah-langkah kepercayaan dalam proses pemulangan yang aman,' ungkap Balkhi saat memberikan keterangan resmi mengenai hasil pertemuan sensitif tersebut.

Meski demikian, pertemuan tertutup yang digelar di lokasi rahasia ini langsung memicu gelombang kecaman keras dari berbagai organisasi pembela hak asasi manusia global. Peneliti dari Human Rights Watch, Fereshta Abbasi, menilai bahwa negosiasi ini sangat mengabaikan kewajiban moral Uni Eropa terkait perlindungan hak asasi manusia. 'Negara-negara Uni Eropa telah merusak kredibilitas mereka sendiri dengan mengecam pelanggaran yang dilakukan Taliban di satu sisi, namun di sisi lain justru bekerja sama dengan mereka untuk mendeportasi paksa warga ke wilayah berbahaya,' kritik Abbasi.

Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prévot, langsung memberikan klarifikasi dengan menegaskan bahwa pemberian visa kepada delegasi Taliban murni didasarkan pada kepatuhan Belgia sebagai tuan rumah institusi Uni Eropa. Prévot menekankan bahwa langkah ini sama sekali tidak menunjukkan adanya pengakuan legitimasi terhadap rezim Taliban yang dituding melakukan pelanggaran HAM berat terhadap perempuan. Pihak Komisi Eropa juga menyebutkan bahwa pertemuan di tingkat teknis ini merupakan respons langsung atas desakan 20 negara anggota Uni Eropa yang menginginkan kebijakan migrasi yang jauh lebih ketat.

Hingga saat ini, belum ada satu pun negara di Uni Eropa yang secara resmi mengakui pemerintahan bentukan Taliban sejak mereka kembali merebut kekuasaan di Afghanistan pada tahun 2021 lalu. Kondisi di Afghanistan sendiri kian memprihatinkan menyusul kepulangan paksa sekitar 3 juta warga dari Pakistan dan Iran, yang memperparah krisis pangan serta keruntuhan ekonomi lokal akibat sanksi internasional. Para aktivis kemanusiaan terus mengingatkan bahwa mendeportasi warga kembali ke Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban sama saja dengan mengirim mereka ke dalam bahaya yang nyata.

Tags: Taliban Uni Eropa Brussels Afghanistan Fereshta Abbasi
Sumber: NPR

Artikel Lainnya

Festival Latin Terbesar Kanada Mencekam, Penembakan Massal di Toronto Tewaskan 2 Orang 15 Jul 2026, 03:03
Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10
Jurnalis CNN Diserang Pemukim Israel di Tepi Barat, Mobil Dirusak Pakai Senjata 15 Jul 2026, 05:25
Todd Blanche Diprediksi Mulus Jadi Jaksa Agung AS, Didukung Kubu Republik 15 Jul 2026, 12:12

Terbaru

Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10
Heboh Ko Young Wook Minta Stop Dihujat Usai Lontarkan Candaan Ingin Jadi Aktor Film Dewasa 15 Jul 2026, 15:34
ANI Sosialisasikan Tarif Tol Khusus di Autopistas del Cafe Kolombia 15 Jul 2026, 13:04
Todd Blanche Diprediksi Mulus Jadi Jaksa Agung AS, Didukung Kubu Republik 15 Jul 2026, 12:12
Dua Rekrutan Cerdas, Manchester United Resmi Angkut Youri Tielemans dan Andrey Santos 15 Jul 2026, 12:00
DPRD Subang Dorong Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah dalam KUA-PPAS 2027 15 Jul 2026, 11:43
Geoff Hurst Bela Sikap Cuek Jude Bellingham Terhadap Kritik Thomas Tuchel 15 Jul 2026, 11:30

Kategori

Internasional 30 artikel
Nasional 27 artikel
Ekonomi 22 artikel
Olahraga 18 artikel
Entertainment 9 artikel
Bisnis 9 artikel
Budaya 4 artikel
Hukum 3 artikel
Teknologi 3 artikel
Lingkungan 2 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Inggris Kolombia Iran Selat Hormuz Yogyakarta Korea Selatan Subang Manchester United
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.