5 Hari Tak Keluar Kamar, Penghuni Kos di Mampang Jaksel Ditemukan Tewas Membusuk
- Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
- Jasad korban ditemukan dalam kondisi membusuk setelah warga dan petugas kepolisian membuka paksa pintu kamar kos akibat bau menyengat.
- Pihak kepolisian menduga korban meninggal dunia karena sakit, mengingat tidak ditemukan tanda kekerasan dan adanya riwayat mengeluh sakit.
Warga di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel) digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria di dalam kamar kos. Korban yang diketahui tinggal seorang diri tersebut ditemukan sudah meninggal dunia setelah sekitar lima hari tidak keluar dari kamarnya. Penemuan ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib setelah lingkungan sekitar mencium aroma yang tidak sedap.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengonfirmasi bahwa penemuan jenazah tersebut berawal dari laporan masyarakat setempat. Warga mengeluhkan bau busuk menyengat yang bersumber dari arah kamar korban. Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, warga kemudian memilih untuk menghubungi pihak kepolisian guna melakukan pengecekan secara resmi.
'Di TKP itu kan ada bau tidak sedap gitu. Biar nggak salah, hubungi polisi. Bersama warga, petugas buka paksalah pintu itu,' kata AKP Joko Adi saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Rabu, 15 Juli 2026. Setelah pintu berhasil terbuka, petugas menemukan tubuh korban sudah terbujur kaku dan dalam kondisi memprihatinkan.
Berdasarkan penyelidikan awal dan interogasi saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui sempat mengeluh sakit kepada penjaga kos pada hari Jumat pekan lalu. Setelah momen itu, korban tidak lagi terlihat beraktivitas di luar area kos. Memasuki hari Minggu, beberapa tetangga kos mengaku masih sempat mendengar suara korban batuk-batuk dari dalam kamar sebelum akhirnya hening total.
Polres Metro Jakarta Selatan telah menerjunkan tim Identifikasi ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP awal sebelum mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit terdekat. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik yang ditemukan pada tubuh korban. Dugaan kuat sementara yang didukung oleh keterangan pihak keluarga mengarah pada faktor kesehatan atau sakit yang diderita korban.