Sosok Don Ritto, Pemilik de'Clan yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Bersama Febrie Adriansyah
- Don Ritto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dan TPPU terkait pasokan batu bara PLN, PT Asabri, dan Krakatau Steel bersama mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
- Polisi menyita uang tunai senilai Rp67,2 miliar dari penggeledahan di dua bisnis milik Don Ritto, yakni kafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer.
- Kuasa hukum Don Ritto mengonfirmasi kepemilikan aset tersebut dan menjelaskan sejarah peralihan bisnis kafe yang sempat mengalami kebangkrutan.
Sosok pengusaha Don Ritto kini tengah menjadi sorotan tajam publik setelah dirinya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi besar. Don terjerat kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pasokan batu bara untuk PT PLN, PT Asabri, serta Krakatau Steel. Status hukum ini dijatuhkan bersamaan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Identitas dan latar belakang Don Ritto yang sempat misterius akhirnya mulai terkuak secara perlahan ke publik. Kuasa hukumnya, Handika Hanggowongso, bersama Koordinator Koalisi Sipil Masyarakat Antikorupsi (KOSMAK), Ronald Loblobly, membeberkan sejumlah lini bisnis yang dimiliki oleh sang tersangka. Don diketahui merupakan pemilik dari kafe elit de'Clan Signature dan unit usaha Koin Money Changer yang berlokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, kedua lokasi bisnis strategis milik Don tersebut telah digeledah secara ketat oleh tim gabungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Polri pada Rabu, 8 Juli 2026. Dalam operasi penggeledahan tersebut, aparat kepolisian berhasil menemukan dan menyita uang tunai dalam pecahan rupiah maupun mata uang asing. Jumlah total sitaan uang tunai tersebut dilaporkan sangat fantastis, yakni mencapai sekitar Rp67,2 miliar.
'Dua-duanya milik Pak Don. Clear itu,' ujar Handika Hanggowongso memberikan konfirmasi setelah menjenguk kliennya di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya pada Selasa, 14 Juli 2026. Handika juga menceritakan sejarah bisnis kuliner tersebut yang awalnya dikelola bersama pengusaha Ferry Yanto Hongkiriwang alias Ferry 'Boboho' dengan nama asal Gontran Cherrier, sebelum akhirnya bangkrut dan diambil alih sepenuhnya oleh Don.
Keterangan mengenai gurita bisnis Don Ritto ini juga diperkuat oleh pernyataan Koordinator KOSMAK, Ronald Loblobly. Saat berbicara dalam program diskusi On Focus di kanal YouTube Tribunnews, Ronald mengamini bahwa sosok Don memang memiliki rekam jejak kuat di sektor riil. 'Don ini kalau tidak salah terlibat dalam bisnis kuliner dan money changer,' ungkap Ronald, menegaskan keterkaitan aset yang kini disita penyidik kepolisian.