Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Yogyakarta Sukses Serap 100 Persen Beras Petani
- Perum Bulog Kanwil Yogyakarta berhasil merealisasikan penyerapan gabah dan beras petani sebesar 100 persen dari target tahunan per Juli 2026.
- Total gabah yang berhasil diserap oleh Bulog Yogyakarta tercatat mencapai 196.431 ton setara beras yang berasal dari DIY dan sebagian Jawa Tengah.
- Strategi Tim Jemput Pangan yang bersinergi dengan TNI, Polri, dan dinas terkait menjadi kunci sukses dipercepatnya pengamanan Cadangan Beras Pemerintah ini.
Perum Badan Urusan Logistik Kantor Wilayah (Bulog Kanwil) Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Hingga memasuki pertengahan Juli 2026, Bulog Kanwil Yogyakarta berhasil merealisasikan penyerapan gabah dan beras dari hasil panen petani lokal hingga mencapai 100 persen dari target total yang ditetapkan untuk sepanjang tahun ini. Langkah akselerasi ini memperkuat kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi ketidakpastian iklim pada paruh kedua tahun.
Keberhasilan pemenuhan target yang dicapai lebih cepat dari estimasi akhir tahun ini menjadi bukti nyata dari komitmen Bulog dalam menyerap hasil produksi pertanian dalam negeri. Langkah signifikan penyerapan ini sekaligus menjadi dasar kuat bagi pemerintah dalam mengamankan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Hal ini penting untuk menghadapi potensi fluktuasi cuaca ekstrem dan masa paceklik yang diprediksi membayangi sektor pertanian hingga beberapa bulan ke depan.
'Perum Bulog Kanwil Yogyakarta telah menyerap gabah petani sebesar 196.431 ton setara beras. Realisasi penyerapan gabah telah tercapai sampai dengan bulan ini,' ujar Pemimpin Wilayah Bulog Yogyakarta, Dedi Aprilyadi dalam keterangan resminya. Dedi mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para petani di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian Jawa Tengah yang masuk dalam wilayah kerja operasional mereka.
Menurut Dedi, sinergi yang solid di lapangan menjadi kunci utama dipercepatnya pengadaan pangan nasional ini. Pihaknya mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur DIY dan Jawa Tengah, jajaran Walikota serta Bupati, Dinas Pertanian, penyuluh lapangan, hingga unsur TNI dan Polri. Penguatan koordinasi ini terbukti efektif dalam memotong rantai distribusi yang panjang sehingga penyerapan gabah berjalan lebih efisien dan transparan di tingkat produsen.
Tingginya persentase penyerapan ini juga didorong oleh strategi Tim Jemput Pangan yang dibentuk Bulog Kanwil Yogyakarta sejak awal tahun. Tim di lapangan secara aktif bergerak bersama Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mitra Pangan Pengadaan, dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Kolaborasi ini memastikan gabah hasil panen dapat langsung terserap dengan harga yang adil dan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
Meskipun target tahunan telah terpenuhi per Juli ini, Bulog Kanwil Yogyakarta menegaskan masih terus melakukan kegiatan penyerapan di lapangan. Langkah ini diambil demi merespons permintaan para petani lokal agar Bulog tetap hadir menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, terutama di sisa masa panen yang masih berlangsung. Upaya berkelanjutan ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk memperkuat swasembada dan kemandirian pangan nasional secara jangka panjang.