HKG PKK ke-54, PKK DIY Dorong Inovasi Pemberdayaan Perempuan dan Anak
- TP PKK DIY menegaskan komitmennya untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat yang inovatif bagi perempuan, ibu, dan anak.
- Dalam rangkaian HKG PKK ke-54 di Makassar, PKK diakui sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanganan TBC hingga perlindungan anak.
- Kolaborasi dengan Dekranasda juga diperkuat lewat pameran produk lokal yang sukses mencatatkan nilai transaksi hingga Rp 5 miliar.
Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54 menjadi momentum krusial bagi Tim Penggerak (TP) PKK Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memperkuat perannya di masyarakat. Organisasi ini berkomitmen penuh untuk terus melahirkan berbagai inovasi program pemberdayaan yang menyasar kaum perempuan, ibu, dan anak-anak di wilayah Yogyakarta. Langkah nyata ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Wakil Ketua I TP PKK DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X atau Gusti Putri, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan serangkaian kegiatan inovatif untuk masa depan. Kehadiran program baru ini akan melengkapi program pokok dan unggulan yang sudah berjalan dengan sangat baik selama ini. 'Kami sudah memiliki program pokok dan program unggulan. Ke depan, kami akan menghadirkan kegiatan-kegiatan yang lebih inovatif untuk pemberdayaan masyarakat, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak,' ujar Gusti Putri saat ditemui di Pura Pakualaman.
Sebelum malam puncak peringatan yang digelar meriah di Makassar, Sulawesi Selatan, serangkaian acara telah dilaksanakan termasuk kegiatan Jalan Sehat Anti Mager yang diikuti oleh puluhan ribu peserta. Gusti Putri menilai kegiatan olahraga tersebut bukan sekadar gerak fisik biasa, melainkan simbol kuat agar kaum perempuan di seluruh Indonesia tetap produktif dan berdaya. Di Yogyakarta sendiri, gerakan serupa telah sukses diimplementasikan melalui ajang sport tourism 'Mbok Mlayu' pada April lalu di Alun-Alun Sewandanan.
Tidak hanya fokus pada kegiatan fisik, PKK juga diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menangani berbagai isu krusial. Dalam seminar nasional yang dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan, PKK DIY dinilai sukses menyelaraskan programnya dengan prioritas nasional, seperti perlindungan anak hingga penanganan penyakit menular. 'Dan alhamdulillah dari ketiga poin tersebut, di PKK DIY sudah tertangani dengan baik. Untuk penanganan TBC di DIY, kita juga sudah bergerak sejak 2019,' tambah Gusti Putri menekankan komitmen jangka panjang instansinya.
Peringatan HKG PKK tahun ini juga disinergikan dengan HUT Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ke-46 yang menampilkan pameran produk UMKM dari seluruh penjuru nusantara. Produk lokal unggulan mulai dari batik, tenun Indonesia Timur, hingga songket Sumatra berhasil mencatatkan transaksi fantastis hingga Rp 5 miliar. DIY sendiri sukses mengirimkan delapan pelaku UMKM binaan yang mendapatkan respons pasar sangat positif selama pameran berlangsung, memicu optimisme kebangkitan ekonomi kreatif daerah.