Banjir Investor Asing Masuk IKN, Perekonomian Daerah Penyangga Langsung Meredam Tancap Gas
- Penanaman modal asing (PMA) pertama resmi memulai proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di KIPP IKN.
- Realisasi pajak hotel di Penajam Paser Utara melonjak hingga 191 persen dari target akibat masifnya aktivitas pembangunan.
- Otorita IKN mencatat pertumbuhan ekonomi PPU melonjak tajam 19,9 persen berkat dorongan sektor konstruksi dan investasi.
Deretan alat berat dan aktivitas pekerja kini semakin masif menghiasi lanskap Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Proyek mega-infrastruktur yang berlokasi di kawasan bekas hutan dan perkebunan tersebut tidak hanya sekadar membangun fisik ibu kota baru, melainkan mulai mengalirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan wilayah sekitarnya.
Kabar gembira datang pada pertengahan Juli 2026 setelah perusahaan penanaman modal asing (PMA) pertama resmi meletakkan batu pertama untuk proyek kawasan terpadu. Investasi senilai Rp1,25 triliun tersebut berlokasi di Sub Wilayah Pengembangan 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dengan menggandeng mitra asal Tiongkok. Di atas lahan seluas 15.501 meter persegi, proyek ini akan merangkum hunian apartemen, kawasan ritel, pusat kuliner, hingga ruang terbuka hijau.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan keberadaan proyek bernilai fantastis ini menempati posisi yang sangat strategis di pusat pemerintahan. "Lokasi ini sangat istimewa karena pandangan mata dapat langsung menyentuh siluet Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang sedang dibangun dengan penuh kesungguhan," kata Basuki. Seluruh konstruksi kawasan terpadu ini ditargetkan rampung pada tahun 2028 mendatang dengan tetap melibatkan kontraktor lokal Kalimantan Timur.
Geliat pembangunan masif di IKN ini langsung memberikan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian daerah penyangga, salah satunya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kepala Bapenda PPU Tur Wahyu Sutrisno mengonfirmasi adanya lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat drastis, terutama dari sektor pajak perhotelan dan restoran. Target pajak hotel tahun 2026 sebesar Rp1,5 miliar kini telah melampaui estimasi dengan realisasi mencapai Rp2,8 miliar atau melonjak hingga 191 persen.
Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN Mia Amalia menegaskan bahwa keberhasilan IKN diukur dari sebesar apa dampak langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. "Keberhasilan IKN tidak hanya diukur dari seberapa banyak gedung yang berdiri, melainkan seberapa besar pertumbuhan ekonomi yang dihasilkannya dan seberapa luas manfaat yang dirasakan oleh masyarakat," ujar Mia. Hasil kajian mencatat pertumbuhan ekonomi PPU sempat melonjak hingga 19,9 persen dan menjadikan Kalimantan Timur sebagai lokomotif utama pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan.