Anak Muda Wajib Tahu, Ini Rahasia Ketahanan Finansial Lewat Investasi Aman Menurut Pakar
- Generasi muda diimbau untuk mulai membangun kesadaran berinvestasi sejak dini demi mencapai kebebasan dan ketahanan finansial di masa depan.
- Pemula disarankan untuk memilih instrumen yang terjangkau seperti reksa dana dan SBN, serta wajib memastikan platform terdaftar resmi di OJK.
- Pakar menegaskan pentingnya memahami profil risiko dan tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi bodong dengan iming-iming keuntungan instan.
Kesadaran berinvestasi sejak usia muda kini menjadi modal krusial dalam membangun benteng keuangan yang kokoh di masa mendatang. Langkah ini sangat menentukan dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan jangka panjang, mulai dari pemenuhan dana pensiun, persiapan biaya pendidikan anak, hingga pemenuhan rencana hidup lain secara terarah.
Direktur Sarana Yogyaventura, Yuliantono, menegaskan bahwa gen Z dan milenial harus segera mengubah pola pikir dalam mengelola aset keuangan. Menurutnya, investasi tidak boleh dipandang sekadar sebagai sarana berburu keuntungan kilat, melainkan bentuk kedisiplinan diri untuk meraih kemandirian finansial. "Yang paling penting dipahami adalah tujuan investasi, karakter risikonya, serta memastikan platform yang digunakan telah berizin dan diawasi OJK. Dengan begitu, generasi muda dapat membangun kebiasaan investasi yang aman dan berkelanjutan untuk masa depan," ujar Yuliantono, Senin, 20 Juli 2026.
Saat ini, beragam instrumen investasi telah tersedia di pasar dan dapat disesuaikan dengan profil risiko maupun kapasitas modal masing-masing individu. Mulai dari emas, reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN), saham, deposito, hingga aset properti bagi mereka yang memiliki modal besar. Bagi investor pemula seperti pelajar atau mahasiswa, reksa dana dan SBN menjadi opsi yang paling ideal karena dapat dimulai hanya dengan modal awal sekitar seratus ribu rupiah.
Meski akses pasar modal kini semakin mudah berkat penetrasi teknologi digital, Yuliantono mengingatkan agar calon investor tidak abai terhadap aspek keamanan. Setiap orang wajib memeriksa kelegalan platform dan manajer investasi agar terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini penting untuk menghindarkan masyarakat dari jeratan investasi bodong yang kerap memakan korban.
Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah tergiur oleh tawaran imbal hasil tinggi yang tidak rasional tanpa memahami risikonya. Tingkat literasi keuangan yang baik adalah kunci utama agar keputusan finansial diambil berdasarkan pertimbangan objektif, bukan sekadar latah mengikuti tren di media sosial. Dengan perencanaan yang matang dan konsistensi tinggi, generasi muda diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.