Sulit Akses Modal? Ini 4 Solusi Pembiayaan Cerdas Bagi UMKM Biar Usaha Naik Kelas
- BPS mencatat sebanyak 42,91 persen atau sekitar 1,67 juta usaha mikro dan kecil di Indonesia masih mengalami kesulitan memenuhi modal usaha.
- Kementerian UMKM membeberkan empat alternatif pembiayaan yang bisa diakses pelaku usaha mulai dari KUR, pembiayaan multiguna, modal ventura, hingga SCF.
- Skema Securities Crowdfunding (SCF) menjadi salah satu opsi modern berbasis teknologi informasi yang diatur oleh OJK untuk membantu ekspansi bisnis.
Permodalan hingga kini masih menjadi batu sandungan utama bagi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Kementerian UMKM RI, tercatat sebanyak 42,91 persen atau sekitar 1,67 juta usaha mikro dan kecil kerap keteteran dalam memenuhi kebutuhan modal operasional. Keterbatasan modal ini jika dibiarkan tentu akan menghambat potensi ekspansi serta daya saing pelaku usaha lokal.
Berdasarkan sebaran wilayahnya, Papua Pegunungan menjadi daerah dengan tingkat kendala pembiayaan tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai 80,1 persen usaha. Sementara itu, jika ditinjau dari klasifikasi sektornya, industri komputer, barang elektronik, dan optik menjadi kelompok usaha yang paling rentan mengalami krisis modal dengan persentase hingga 58,8 persen. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian UMKM memberikan panduan mengenai beberapa alternatif pembiayaan yang aman dan fleksibel bagi para pelaku usaha.
Pilihan pertama yang paling populer adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disubsidi pemerintah dengan bunga sangat terjangkau. Realisasi KUR sendiri tercatat melampaui target dengan menyalurkan Rp280,28 triliun kepada lebih dari 4,92 juta debitur. "Bagi debitur baru KUR Mikro dan Kecil, suku bunga yang ditetapkan sangat ringan yakni sebesar 6 persen, dan akan disesuaikan secara bertingkat untuk pinjaman berikutnya," tulis keterangan resmi Kementerian UMKM.
Bagi UMKM yang memerlukan dana tunai mendesak, opsi pembiayaan multiguna dari perusahaan multifinance dapat menjadi solusi cepat. Skema ini membutuhkan agunan berupa BPKB kendaraan atau sertifikat rumah untuk menentukan plafon pinjaman. Selain itu, ada pula pembiayaan Modal Ventura yang berfokus pada investasi langsung ke bisnis prospektif, di mana pelaku usaha tak hanya mendapat dana segar tetapi juga pendampingan manajemen bisnis secara intensif.
Alternatif paling modern yang dapat dimanfaatkan yakni Securities Crowdfunding (SCF) atau layanan urun dana berbasis teknologi informasi. Diatur dalam POJK Nomor 57/POJK.04/2020, SCF memungkinkan UMKM menghimpun dana segar dari masyarakat atau pemodal retail melalui pasar modal. Sebagai gantinya, investor akan menerima imbal hasil berupa kepemilikan saham, obligasi, maupun sukuk sesuai besaran dana yang ditanamkan.