Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga 3.243 nautical mile untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Operasi pencarian memasuki hari keempat dengan mengerahkan berbagai alutsista dan teknologi thermal drone.
“"Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian," ujar Al Amrad.”
— Tim SAR Gabungan
Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Memasuki hari keempat, operasi pencarian kini mencakup empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total area sekitar 3.243 nautical mile.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyatakan bahwa perluasan wilayah tersebut didasarkan pada hasil evaluasi operasi sebelumnya serta perkembangan situasi di lapangan. "Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian," ujar Al Amrad dalam keterangan tertulis.
Operasi pencarian ini diperkuat dengan pengerahan sejumlah alat utama sistem persenjataan dan sarana pendukung dari berbagai instansi terkait. Beberapa armada laut yang diterjunkan meliputi kapal milik Basarnas, KRI TNI AL, kapal patroli polisi, hingga perahu karet penyelamat.
Selain armada laut, tim penyelamat juga memanfaatkan teknologi modern berupa dua unit drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh guna mengoptimalkan pencarian korban di tengah perairan.
Kronologi Hilangnya Rombongan dan Kendala Cuaca
Rombongan yang terdiri dari delapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) setelah berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten. Mereka bertolak sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sekitar pukul 14.42 WIB, rombongan sempat mengirimkan informasi lokasi terkini kepada seorang rekan jurnalis di Lampung sebelum akhirnya komunikasi terputus total pada pukul 15.04 WIB. Delapan korban hilang terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu orang pemandu wisata lokal.
Dalam pelaksanaan operasi hari keempat, kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah hingga berawan dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan 10 hingga 20 knot. Tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter yang menjadi faktor penentu pergerakan tim.
"Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim dan kondisi cuaca terus kami monitor secara berkala," kata Al Amrad menanggapi tantangan teknis di lapangan selama pencarian berlangsung.
Read Also
Presiden Kolombia Baru Abelardo De La Espriella Hadapi Gempa M 7,4 dan Status Darurat Nasional
Presiden baru Kolombia, Abelardo De La Espriella, menghadapi ujian berat...
Penjaga Hotel Ungkap Rombongan 5 Jurnalis Hilang Sempat Pesan Kamar 2 Malam di Pandeglang
Rombongan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sempat...
Israel Ledakkan 1.100 Ton Bom di Lebanon Picu Gempa M 4,1
Israel meluncurkan serangan masif dengan meledakkan lebih dari 1.100 ton...
BPS Ungkap Alasan Data Kemiskinan RI Versi Bank Dunia Melonjak Hingga 64 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan alasan di balik lonjakan angka...
Dukungan Lintas Sektor dan Doa Bersama
Operasi pencarian skala besar ini melibatkan sinergi berbagai elemen mulai dari Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, pemerintah daerah, hingga unsur relawan dan organisasi kemanusiaan. Keterlibatan tenaga kesehatan dan psikolog juga disiagakan untuk mendampingi pihak keluarga korban.
Berbagai pihak berharap agar perluasan area pencarian dan penambahan kekuatan personel dapat segera membuahkan hasil yang positif bagi keselamatan para korban. Evaluasi berkala terus dilakukan oleh tim pengendali operasi untuk menentukan langkah strategis berikutnya.
Di tengah penantian hasil pencarian, solidaritas dari kalangan profesi jurnalis terus mengalir melalui kegiatan doa bersama yang diinisiasi oleh organisasi Pewarta Foto Indonesia Jakarta. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia sebagai bentuk dukungan moral.
Operasi pencarian resmi berjalan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor wilayah perairan yang telah dipetakan oleh tim SAR gabungan sejak hari pertama kejadian.