Loading...

Penjaga Hotel: Rombongan 5 Jurnalis Hilang Sempat Pesan Kamar 2 Malam

Ilustrasi proses pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda

Ilustrasi proses pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda

Share:

Rombongan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sempat memesan kamar hotel selama dua malam di Pandeglang, Banten. Petugas gabungan saat ini masih terus mengoptimalkan upaya pencarian di jalur laut.

“Kurang lebih setengah 12 an cuman mau pamit mau keluar ke apa ke Krakatau," ujar Maman kepada wartawan.”

— Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Seorang penjaga hotel di Pandeglang, Banten, bernama Maman mengungkapkan fakta baru terkait rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Berdasarkan keterangan Maman, rombongan tersebut tercatat telah memesan kamar hotel selama dua hari sebelum kejadian.

Maman juga menunjukkan sejumlah barang milik rombongan yang masih tertinggal di dalam kamar hotel, seperti tas serta beberapa benda pribadi lainnya. Menurutnya, rombongan yang rencananya akan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau itu tiba di lokasi dengan menggunakan dua kendaraan terpisah.

Sekitar pukul 12.00 WIB siang, para anggota rombongan sempat meminta izin untuk keluar dari kamar karena berniat menuju wilayah Gunung Anak Krakatau. "Kurang lebih setengah 12 an cuman mau pamit mau keluar ke apa ke Krakatau," ujar Maman kepada wartawan yang disiarkan CNN Indonesia TV pada Rabu (9/9).

Sebelum peristiwa nahas ini terungkap, rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, serta satu pemandu tersebut dikabarkan mengalami hilang kontak di sekitar perairan Selat Sunda.

Upaya Pencarian dan Kendala di Lapangan

Hingga Kamis (10/9) pagi, berdasarkan laporan dari koresponden CNN Indonesia, petugas gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan yang hilang. Tim penyelamat terus mengoptimalkan penyisiran di titik-titik area pencarian yang telah ditentukan secara terstruktur.

Fokus utama penyisiran saat ini masih dilakukan melalui jalur laut. Operasi via udara belum dapat dilaksanakan karena situasi di udara dinilai masih belum memungkinkan bagi keselamatan tim.

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki menjelaskan bahwa kendala utama jalur udara adalah adanya pemantauan situasi sebaran abu vulkanik. Sebaran abu tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran serta keselamatan proses pencarian.

Gubernur Banten Andra Soni turut menuturkan hal senada bahwa pencarian melalui udara terpaksa ditunda. Kendati demikian, pihak berwenang telah berinisiatif menggunakan drone thermal sebagai alternatif untuk mengoptimalkan pencarian.

Situasi Terkini dan Posko Pengaduan

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap rombongan jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda masih terus berlangsung tanpa henti. Seluruh unsur petugas terkait dikerahkan guna memperluas jangkauan area penyisiran.

Sejumlah keluarga serta kerabat korban dilaporkan telah berkumpul di posko darurat. Posko tersebut didirikan secara khusus oleh petugas di sekitar wilayah Selat Sunda untuk memantau perkembangan evakuasi.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada pihak keluarga. Koordinasi antar-instansi terus ditingkatkan demi efektivitas di lapangan.

Berdasarkan data dari laporan resmi, rombongan terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu yang bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Leave a Comment