Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengimbau warga untuk tetap tenang dan waspada terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemerintah terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi juga waspada. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan informasi yang diterima masyarakat adalah informasi yang akurat," ujar Gubernur Mirza.”
— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara resmi mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah sebagai respons atas kembali bergesernya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Langkah antisipatif ini diambil menyusul monitoring bersama yang dilakukan oleh Gubernur Mirza bersama Pangdam XXI Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, jajaran Polda Lampung, BMKG, serta para kepala OPD terkait pada hari Minggu.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza mendengarkan langsung laporan update kondisi terkini dari Pusdalops BPBD, BMKG, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Lingkungan Hidup guna memastikan kesiapan penanganan di lapangan.
Berdasarkan laporan yang diterima, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau situasi secara berkelanjutan demi menjamin keselamatan serta keamanan warga yang berada di wilayah terdampak.
Kronologi Aktivitas Erupsi dan Pemantauan
Berdasarkan hasil pemantauan intensif, peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai tercatat sejak Jumat malam sekitar pukul 24.00 WIB dan terus berlanjut sepanjang hari Sabtu secara berkala.
Meskipun sempat dilaporkan berhenti sejenak pada Minggu dini hari pukul 00.04 WIB, aktivitas erupsi kembali terpantau aktif pada periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB di hari yang sama.
Dari pantauan visual di lapangan, kondisi cuaca terpantau berawan dengan angin lemah mengarah dari timur laut ke barat laut, sementara puncak gunung tertutup kabut tebal dan asap kawah belum teramati secara langsung.
Sebaran abu vulkanik terpantau bergerak menuju arah barat daya serta sebagian kecil ke arah barat laut, sangat dipengaruhi oleh pola pergerakan angin dari periode pengamatan sebelumnya.
Read Also
Daftar 5 Bandara Resmi Kembali Beroperasi Termasuk Soekarno-Hatta dan Pondok Cabe
Sebanyak lima bandara resmi kembali dibuka dan beroperasi mulai Selasa dini...
Update Waktu Penutupan 8 Bandara Termasuk Soetta dan Halim hingga Pukul 23.59 WIB
Sebanyak delapan bandara memperpanjang waktu penutupan operasional akibat...
Skandal Tabungan Haji Malaysia, Komisi Anti Korupsi Tahan Eks Menteri
Komisi Anti-Korupsi Malaysia resmi menahan seorang mantan menteri terkait...
Prabowo Kembali Ganti Menkeu, Media Asing Soroti Kredibilitas Fiskal dan Kontroversi Purbaya
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri...
Imbauan Keselamatan dan Penanganan Pemerintah
Pemerintah Provinsi Lampung secara tegas meminta masyarakat untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas apapun di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius aman 3 hingga 5 kilometer.
Masyarakat yang berada di luar ruangan diimbau untuk menggunakan masker atau pelindung pernapasan, serta segera menutup rapat pintu dan jendela guna meminimalisir paparan abu vulkanik masuk ke dalam rumah.
Bagi warga yang mengalami keluhan atau gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, diimbau untuk segera mendatangi posko atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat yang telah disiagakan oleh pemerintah.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui BPBD memastikan akan terus memperbarui informasi resmi secara berkala melalui berbagai saluran komunikasi publik agar masyarakat terhindar dari berita yang belum terverifikasi.