Loading...

Presiden Kolombia Hadapi Gempa Dahsyat M 7,4 di Awal Masa Jabatan

Suasana pasca gempa bumi berkekuatan M 7,4 yang melanda wilayah barat Kolombia

Suasana pasca gempa bumi berkekuatan M 7,4 yang melanda wilayah barat Kolombia

Share:

Presiden baru Kolombia, Abelardo De La Espriella, menghadapi ujian berat setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat negara tersebut. Bencana ini menewaskan sedikitnya 111 orang dan memicu deklarasi status darurat nasional.

“Kami tidak akan membiarkan warga sendirian. Mereka ada di dalam hati kami dan kami akan merawat warga dengan penuh ketetapan hati," ujar Presiden De La Espriella.”

— Abelardo De La Espriella, Kolombia

Baru dua hari resmi menjabat sebagai pemimpin tertinggi Kolombia, Presiden Abelardo De La Espriella langsung dihadapkan pada ujian berat akibat bencana alam. Gempabumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat.

Bencana dahsyat ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 111 orang dan melukai 87 warga lainnya. Besarnya dampak kerusakan membuat pemerintah segera bergerak cepat untuk melakukan upaya penyelamatan dan penanganan korban.

Presiden De La Espriella segera mendeklarasikan status darurat nasional untuk mempercepat pencairan dana pemulihan dan penanganan pascabencana. "Kami tidak akan membiarkan warga sendirian. Mereka ada di dalam hati kami dan kami akan merawat warga dengan penuh ketetapan hati," ujar De La Espriella.

Layanan Geologi Kolombia mengonfirmasi bahwa gempa ini merupakan yang terkuat dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mengevakuasi korban yang masih terjebak dan mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak.

Pusat Gempa dan Tantangan Geografis

Berdasarkan laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Layanan Geologi Kolombia, pusat gempa terletak di dekat Kotamadya San Jose del Palmar, wilayah Choco. Lokasinya berada sekitar 400 kilometer dari ibu kota Bogota dengan kedalaman antara 103 hingga 107 kilometer.

Kondisi geografis wilayah Pasifik, khususnya kawasan Choco yang merupakan salah satu daerah termiskin di Kolombia, menjadi tantangan besar dalam proses evakuasi. Sebagian besar kawasan tersebut berupa pedesaan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Akses menuju lokasi terdampak mayoritas hanya bisa dilakukan melalui jalur laut atau udara. Hal ini menyebabkan petugas di lapangan mengalami kesulitan dalam mendata total kerusakan bangunan serta jumlah korban jiwa secara cepat dan akurat.

Meskipun guncangan terasa sangat kuat, Sistem Peringatan Tsunami AS memastikan tidak ada potensi gelombang tsunami yang timbul akibat gempa tersebut. Meski begitu, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat adanya gempa susulan berkekuatan M 2,8 dan 4,8.

Kerusakan Bangunan dan Situasi di Kota Terdampak

Puluhan bangunan dilaporkan runtuh di berbagai kota, mengakibatkan banyak warga terjebak di bawah reruntuhan puing. Di wilayah Risaralda, sebanyak 40 orang dikonfirmasi tewas, sementara 27 orang lainnya menjadi korban di wilayah Valle del Cauca.

Di Kota Pereira, situasi mencekam terekam kamera warga ketika atap bandara berjatuhan menimpa para penumpang. Warga terlihat berlarian menyelamatkan diri di tengah reruntuhan bangunan yang berserakan di jalanan.

Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar, mengonfirmasi kondisi kritis yang terjadi di wilayahnya saat memberikan keterangan kepada radio lokal. "Banyak warga terjebak di bawah bangunan yang runtuh dalam jumlah masif," ujar Salazar menggambarkan keparahan situasi.

Hingga saat ini, tim penyelamat terus dikerahkan ke titik-titik lokasi bangunan runtuh untuk mencari korban selamat. Pemerintah pusat berjanji akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan dukungan penuh bagi seluruh korban terdampak.

Leave a Comment