Sebanyak delapan bandara memperpanjang waktu penutupan operasional akibat sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). Penutupan ini mencakup Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma hingga pukul 23.59 WIB.
“Sehubungan dengan adanya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, terdapat beberapa Bandar Udara yang mengalami penghentian operasional penerbangan," demikian dikutip dari rilis resmi Kemenhub.”
— Penutupan Delapan Bandara Akibat Erupsi
Sebanyak delapan bandara di Indonesia terpaksa memperpanjang waktu penutupan operasional penerbangan akibat paparan abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu (6/9) pagi.
Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, mengungkapkan bahwa status penutupan operasional bandara di sekitar kawasan terdampak diperpanjang hingga batas waktu yang bervariasi.
"Sehubungan dengan adanya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, terdapat beberapa Bandar Udara yang mengalami penghentian operasional penerbangan," demikian dikutip dari rilis resmi Kementerian Perhubungan.
Imbas dari kebijakan darurat ini, sejumlah jadwal penerbangan mengalami penyesuaian signifikan guna menjamin keselamatan penumpang dan awak pesawat dari bahaya abu vulkanik.
Daftar Bandara yang Mengalami Penutupan Operasional
Berdasarkan update data per pukul 18.35 WIB, terdapat delapan bandara yang menghentikan aktivitas penerbangannya secara sementara dengan durasi penutupan yang berbeda-beda.
Bandara Soekarno Hatta (CGK) dan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) di wilayah Jakarta dan sekitarnya resmi ditutup hingga pukul 23.59 WIB untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik.
Selain itu, penutupan dengan batas waktu serupa hingga pukul 23.59 WIB juga diberlakukan di Bandara Radin Inten II Lampung (TKG), Bandara Pondok Cabe (PCB), serta Bandara Taufik Kiemas (TFY).
Sementara itu, beberapa bandara lainnya seperti Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug, dan Bandara Atung Bungsu menetapkan jadwal penutupan dengan rentang waktu spesifik masing-masing.
Read Also
Penumpang Bawa Jenazah Tertahan 2 Hari di Bandara Soetta Akibat Abu Vulkanik
Sejumlah penumpang yang mengawal jenazah untuk dibawa ke Nias terpaksa...
Penjaga Hotel Ungkap Rombongan 5 Jurnalis Hilang Sempat Pesan Kamar 2 Malam di Pandeglang
Rombongan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sempat...
FFPM 2026 Konsolidasikan Strategi Penguatan Fasilitas Produksi Migas di Jakarta
Penyelenggaraan Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 resmi berakhir...
Gunung Anak Krakatau Siaga: Kapal Dilarang Mendekat 3 Kilometer dari Kawah Aktif
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melarang...
Langkah Antisipasi dan Bandara Alternatif
Sebagai respons cepat atas lumpuhnya aktivitas di delapan bandara tersebut, pemerintah langsung mengambil langkah-langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak terhadap arus transportasi udara.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga bandara alternatif guna mengakomodasi pendaratan maskapai penerbangan yang terdampak penghentian operasional.
Tiga bandara alternatif yang disiapkan tersebut meliputi Bandara Kertajati di Majalengka Jawa Barat, Bandara Ahmad Yani di Semarang Jawa Tengah, serta Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya Jawa Timur.
Data faktual dari rilis resmi menunjukkan bahwa operasional bandara akan terus dievaluasi secara berkala seiring dengan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di lapangan.