Bisnis Senjata Api AS Lesu, Induk Delta Hawk Sportsman Gun Pawn Bangkrut
- Hutco Corporation selaku pemilik jaringan toko senjata Delta Hawk Sportsman Gun & Pawn resmi mengajukan kebangkrutan Chapter 11 di California.
- Perusahaan menghadapi tumpukan klaim sipil dan utang dengan total liabilitas mencapai lebih dari 337 ribu dolar AS di tengah lesunya pasar persenjataan.
- Penurunan angka penjualan senjata api nasional di Amerika Serikat turut memperparah kondisi keuangan para peritel sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
Industri persenjataan eceran di Amerika Serikat kian terpuruk akibat merosotnya angka penjualan dalam setahun terakhir. Kondisi finansial yang seret memaksa sejumlah peritel besar mengambil langkah hukum demi menyelamatkan bisnis mereka. Paling baru, Hutco Corporation yang merupakan pemilik dari jaringan toko senjata dan pegadaian populer, Delta Hawk Sportsman Gun & Pawn, resmi mendaftarkan permohonan kebangkrutan Bab 11 (Chapter 11) untuk melakukan reorganisasi bisnis.
Perusahaan penyedia layanan terpadu yang berbasis di Anderson, California ini melayangkan petisi kebangkrutannya ke Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Timur California. Berdasarkan dokumen pengadilan, Hutco mencatatkan aset sebesar lebih dari 159 ribu dolar AS, namun harus menanggung beban liabilitas atau utang yang membengkak hingga melampaui 337 ribu dolar AS. Kendati demikian, pihak manajemen Hutco belum memberikan alasan spesifik terkait pemicu utama kebangkrutan dan belum bersedia memberikan komentar lebih lanjut.
Daftar kreditur terbesar Hutco mencakup beberapa lembaga keuangan dan korporasi penyedia dana. United Capital Experts LLC menjadi kreditur terbesar dengan sengketa klaim sipil senilai 115 ribu dolar AS, disusul oleh Kapitus Servicing dengan pinjaman macet sebesar 69 ribu dolar AS. Meski didera masalah keuangan dan tuntutan hukum sipil yang bertubi-tubi, gerai-gerai Delta Hawk Sportsman Gun & Pawn yang mengantongi izin resmi dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) dilaporkan masih tetap beroperasi secara normal di wilayah Anderson dan Redding.
Selain toko persenjataan, Hutco Corporation juga diketahui mengoperasikan gurita bisnis lain yang mencakup agen keamanan Delta Hawk Protective Agency and Investigations, serta diler kendaraan bekas CarPawn4U. Penurunan performa finansial induk usaha ini sejalan dengan tren lesunya pasar domestik secara nasional. Data dari Tactical Wire menunjukkan bahwa penjualan unit senjata api baru di AS anjlok sebesar 7,6 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026, yang berimbas langsung pada penurunan pendapatan total industri sebesar 2,6 persen.
Asosiasi perdagangan industri senjata api, National Shooting Sports Foundation (NSSF), mencatat volume penjualan tahunan terkoreksi menjadi 14,6 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya yang menembus 15,2 juta unit. Para pakar menilai insentif penghapusan pajak National Firearms Act (NFA) dari 200 dolar AS menjadi nol persen tidak cukup kuat untuk mendongkrak daya beli pasar secara jangka panjang. Hutco Corporation kini menyusul jejak kelam Sagebrush Armory dan Custombilt Firearms Manufacturing yang telah lebih dulu gulung tikar pada awal tahun ini.