Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Prancis
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Surabaya Yogyakarta Spanyol Prancis

AS Blokir Teknologi Beijing, Xi Jinping Ngamuk di Shanghai Serukan Perang AI Global

The Associated Press • 19 Juli 2026, 13:00 • Teknologi
  • Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa tata kelola dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) harus menjadi upaya kerja sama global, bukan didominasi satu negara.
  • Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap sanksi dan pembatasan ketat dari pihak Amerika Serikat yang memblokir akses China terhadap teknologi canggih.
  • Sebagai tandingan, China menggandeng puluhan negara berkembang dan meluncurkan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia yang bermarkas di Shanghai.

Presiden China Xi Jinping menyerukan agar pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) dilakukan melalui upaya global terintegrasi. Dalam pidatonya di Shanghai, Xi juga menegaskan keberatan mendalam atas sikap Amerika Serikat (AS) yang dinilai terlalu berlebihan dalam menggunakan isu keamanan nasional untuk memblokir akses teknologi dunia. Langkah Washington tersebut dinilai sengaja dirancang untuk menjegal ambisi digital luar biasa yang tengah dibangun oleh Beijing.

Di hadapan para delegasi internasional, Xi Jinping menyatakan bahwa teknologi mutakhir seperti AI tidak boleh dimonopoli atau didominasi oleh satu negara adidaya saja. Pembatasan ketat yang dipimpin oleh AS selama ini memang telah memotong jalur China untuk mendapatkan cip dan teknologi paling mutakhir. Hal ini justru memicu perlombaan teknologi yang semakin sengit antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

"Pengembangan kecerdasan buatan seharusnya tidak menjadi pertunjukan solo oleh satu negara manapun, melainkan sebuah simfoni kerja sama global," ujar Xi dalam pembukaan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) tahunan di Shanghai. Ia juga secara terbuka menyindir sekutu-sekutu Barat agar berhenti memprioritaskan keamanan domestik mereka sendiri dengan mengorbankan stabilitas hak teknologi bagi negara lain.

Sebagai langkah nyata melawan hegemoni AS, pemerintah China mengumumkan komitmen besar untuk menyediakan 5.000 peluang pelatihan AI bagi negara-negara berkembang dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Selain itu, Beijing secara resmi menggandeng 29 negara termasuk Rusia dan Pakistan untuk menandatangani pakta pembentukan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia. Organisasi antarpemerintah yang baru dibentuk ini nantinya akan berpusat di Shanghai guna mengawal regulasi teknologi masa depan.

Di sisi lain, para analis teknologi global menilai bahwa China kini bukan lagi sekadar pengikut, melainkan telah menjelma menjadi inovator utama di sektor kecerdasan buatan. Dalam ajang bergengsi ini, raksasa teknologi lokal Huawei memamerkan sistem komputasi canggih terbaru mereka bernama Atlas 950 SuperPoD yang diklaim mampu menyaingi produk Barat. Dengan rencana strategis nasional hingga tahun 2030, Beijing tampaknya kian mantap menaruh prioritas tertinggi pada kemandirian sains dan teknologi mutakhir mereka.

Tags: Xi Jinping Shanghai Huawei Amerika Serikat China
Sumber: NPR

Artikel Lainnya

New York Jadi Negara Bagian Pertama di AS yang Batasi Pembangunan Data Center Raksasa 16 Jul 2026, 04:55
Bikin Panik Pengguna, Facebook dan Instagram Kompak Down Berjamaah Pagi Ini 19 Jul 2026, 18:28
Astronot AS dan Rusia Meluncur Bersama ke Luar Angkasa Gunakan Soyuz 15 Jul 2026, 03:29
Krisis Ekonomi China, Sisi Gelap Ambisi Negara Teknik dan Malinvestasi Properti 15 Jul 2026, 19:34

Terbaru

Waspada, BMKG Bima Beri Peringatan Dini Potensi Hujan Ekstrem dan Gelombang Tinggi Laut Selatan NTB 19 Jul 2026, 19:30
Sarang Teroris Diobrak-Abrik, Militer Pakistan Habisi 24 Militan di Perbatasan Afghanistan! 19 Jul 2026, 19:15
Heboh Klaim Dana Rp 900 Miliar dari BID, Bank Dunia Langsung Beri Bantahan Keras! 19 Jul 2026, 19:15
Lonjakan Gila Penumpang Pesawat di Kolombia, Hampir Sejuta Orang Serbu Bandara Libur Pekan Ini! 19 Jul 2026, 19:14
Buku Dianggap Racun, Hong Kong Murka dan Grebek Toko Buku Independen! 19 Jul 2026, 19:14
Mundur dari Jabatan Bos Mercado Libre, Alan Meyer Siapkan Rencana Kejutan Ini 19 Jul 2026, 19:13
Chile Lolos dari Lubang Jarum, Risiko Resesi Ekonomi Menurun Drastis Karena Faktor Ini 19 Jul 2026, 19:13

Kategori

Nasional 151 artikel
Internasional 129 artikel
Ekonomi 120 artikel
Olahraga 119 artikel
Hukum 56 artikel
Entertainment 54 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 35 artikel
Lingkungan 31 artikel
Teknologi 19 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Surabaya Yogyakarta Spanyol Prancis
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.