Heboh Klaim Dana Rp 900 Miliar dari BID, Bank Dunia Langsung Beri Bantahan Keras!
- Bank Pembangunan Interamerika (BID) membantah secara resmi klaim Presiden Terpilih Kolombia Abelardo de la Espriella mengenai kucuran dana hibah sebesar US$ 60 juta.
- BID menegaskan tidak ada alokasi dana non-reimbursable baru untuk mendukung proses transisi pemerintahan dari rezim lama ke rezim baru.
- Total dana US$ 63 juta yang ada saat ini merupakan program kerja sama teknis lama yang sudah berjalan dan tidak bisa digunakan sebagai anggaran bebas.
Klaim sepihak yang dilontarkan oleh Presiden Terpilih Kolombia, Abelardo de la Espriella, mengenai adanya bantuan dana fantastis untuk masa transisi pemerintahan memicu kehebohan besar. Bank Pembangunan Interamerika (BID) secara resmi mengeluarkan bantahan tegas terkait pernyataan tersebut. Lembaga keuangan internasional itu menyatakan tidak pernah mengalokasikan dana hibah non-reimbursable sebesar US$ 60 juta atau sekitar Rp 900 miliar untuk menyokong proses pergantian kekuasaan di negara tersebut.
Polemik ini bermula dari pidato provokatif De la Espriella pada tanggal 27 Juni lalu saat mengumumkan kemenangan politiknya di hadapan publik. Dalam pernyataan tersebut, sang presiden terpilih dengan percaya diri mengklaim dukungan dari lembaga internasional. "Quiero informarle al país que el BID ha destinado 60 millones de dólares no reembolsables para apoyar este proceso de transición, reconociendo el banco y su presidente la magnitud del desgobierno que estamos recibiendo," ujar De la Espriella yang menyoroti buruknya tata kelola pemerintahan sebelumnya.
Merespons klaim sepihak tersebut, pihak BID langsung mengirimkan dokumen klarifikasi resmi kepada media lokal Caracol Radio untuk membersihkan nama lembaga. Dalam surat tanggapan hak petisi tersebut, BID menuliskan pernyataan tertulis yang sangat lugas dan tanpa basa-basi. "El BID no ha destinado US $60 millones no reembolsables para apoyar el proceso de empalme de transición en Colombia," tulis pihak BID demi meluruskan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat luas.
Kendati membantah adanya kucuran dana segar khusus transisi, lembaga keuangan itu tidak menutup mata terhadap kebutuhan pemerintahan baru. Pihak lembaga menyatakan siap memberikan pembiayaan tambahan di masa mendatang jika ada permintaan resmi dari kabinet yang baru terbentuk. Namun, skema pembiayaan tersebut harus melalui mekanisme operasi yang telah disetujui sebelumnya, bukan berupa dana taktis yang bisa dicairkan secara instan begitu saja.
Hingga saat ini, lembaga internasional tersebut memang tercatat memiliki portofolio operasi kerja sama teknis yang sedang berjalan di Kolombia dengan nilai total mencapai US$ 63 juta. Kendati demikian, pihak bank menegaskan bahwa alokasi anggaran tersebut fokus pada transfer pengetahuan teknis dan penguatan kapasitas institusional jangka panjang. Dana tersebut sudah memiliki tujuan spesifik dan dipastikan bukan merupakan dana bantuan anggaran bebas yang bisa digunakan seenaknya oleh pemerintahan baru De la Espriella.