Waspada, BMKG Bima Beri Peringatan Dini Potensi Hujan Ekstrem dan Gelombang Tinggi Laut Selatan NTB
- BMKG Sultan Muhammad Salahuddin Bima memprediksi wilayah Bima dan Dompu masih berpotensi diguyur hujan ringan lokal meski telah memasuki musim kemarau.
- Tinggi gelombang laut di perairan selatan Bima dan Samudra Hindia selatan NTB dilaporkan berpotensi mencapai 2,5 meter yang membahayakan keselamatan pelayaran.
- Masyarakat diimbau untuk bijak menggunakan air bersih guna mengantisipasi kekeringan serta waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Muhammad Salahuddin Bima mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca terkini di wilayah Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, anomali cuaca lokal memicu terjadinya hujan ringan. Fenomena ini mengharuskan warga setempat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang berpotensi mengganggu aktivitas harian.
Berdasarkan laporan resmi dari prakirawan BMKG Bima, Surya, kondisi cuaca di wilayah Bima dan Dompu secara umum diprediksi berawan sepanjang hari. Namun, potensi hujan dengan intensitas ringan diproyeksikan masih akan mengguyur beberapa titik sejak pagi hingga sore hari. Memasuki malam menuju dini hari, kondisi cuaca diperkirakan baru akan beralih menjadi cerah berawan dengan embusan angin permukaan yang cukup kencang.
BMKG mencatat pergerakan angin permukaan saat ini didominasi dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 10 hingga 25 km/jam. Kendati demikian, kecepatan angin maksimum dilaporkan dapat menembus angka 35 km/jam yang memicu peningkatan tinggi gelombang. Untuk suhu udara sendiri berada di kisaran ekstrem yakni 20 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembapan relatif yang sangat tinggi mencapai 47 hingga 98 persen.
Situasi di sektor perairan juga memerlukan perhatian ekstra, khususnya bagi para nelayan dan operator kapal penyeberangan. Sementara tinggi gelombang di Pelabuhan Bima dan perairan utara terpantau relatif aman di angka 0,5 hingga 1,25 meter, kondisi berbeda terjadi di area selatan. BMKG mendeteksi adanya potensi lonjakan tinggi gelombang yang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Bima serta kawasan Samudra Hindia selatan NTB.
"Nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau berhati-hati dan perhatikan kondisi cuaca serta tinggi gelombang laut lebih dari dua meter terutama saat melakukan aktivitas diperairan sekitar perairan selatan bima dan perairan nusa tenggara barat," ujar Surya dalam keterangan tertulisnya. Pihak BMKG juga meminta masyarakat luas untuk bijak dalam mengonsumsi air bersih dan menjaga lingkungan demi mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi selama musim kemarau.