Loading...

Suahasil Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen dari PDB

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan

Share:

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus dijaga di bawah 3 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas fiskal.

“Defisit (APBN) akan tetap di bawah 3 persen (terhadap PDB)," ujar Suahasil dalam konferensi pers usai pelantikan di Istana Kepresidenan.”

— Suahasil Nazara

Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara resmi memastikan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap dijaga berada di bawah 3 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Kepastian ini disampaikannya usai dilantik menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di lingkungan pemerintahan.

Dalam keterangannya, batas defisit APBN maksimal 3 persen tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. "Defisit (APBN) akan tetap di bawah 3 persen (terhadap PDB)," ujar Suahasil dalam konferensi pers usai pelantikan di Istana Kepresidenan, Senin (14/9).

Penetapan komitmen ini bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen fiskal negara tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku serta menjadi acuan penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian bagi para pelaku pasar serta masyarakat luas mengenai kesinambungan fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan ekonomi yang baru.

Latar Belakang dan Arahan Presiden

Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan membawa misi keberlanjutan dalam pengelolaan anggaran negara yang disiplin dan terukur. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus agar dirinya mampu menjaga kesehatan serta kredibilitas keuangan negara.

Menurut Suahasil, arahan tersebut menekankan pentingnya peran APBN yang tidak hanya harus tetap sehat secara fiskal, tetapi juga harus mampu mendukung penuh berbagai program prioritas pemerintah yang sedang berjalan.

"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," ujar Suahasil di hadapan para awak media.

Pemerintah memandang bahwa kredibilitas anggaran merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan investor domestik maupun internasional terhadap perekonomian nasional.

Komitmen Pengelolaan Fiskal dan Stabilitas Ekonomi

Suahasil menegaskan bahwa APBN harus dapat dipercaya dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meredam berbagai tekanan eksternal.

Ia juga menyatakan bahwa pergantian posisi menteri keuangan bukanlah sebuah tanda perubahan radikal dalam arah kebijakan fiskal, melainkan bentuk kelanjutan dari sistem yang telah berjalan matang di internal Kementerian Keuangan.

"Menurut saya ini bukan perubahan yang apa ya.. ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan, kelanjutan. Kan teman-teman juga tahu saya selama ini juga di dalam Kementerian Keuangan," ujarnya dengan optimis.

Berdasarkan data terkini, Kementerian Keuangan terus berupaya mengoptimalkan penerimaan dan belanja negara agar tetap produktif demi tercapainya target pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.

Leave a Comment