Berdasarkan pembaruan data Forbes per 8 September 2026, harta kekayaan masing-masing dari keempat anak mendiang Michael Hartono telah melampaui kekayaan konglomerat Chairul Tanjung. Pembagian warisan saham PT Dwimuria Investama Andalan menjadi pendorong utama naiknya posisi harta para ahli waris tersebut.
Majalah bisnis terkemuka Forbes secara berkala terus melakukan pembaruan terhadap daftar orang terkaya di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data terbaru per Selasa (8/9/2026), harta kekayaan empat anak mendiang Michael Bambang Hartono tercatat telah melampaui beberapa konglomerat papan atas, salah satunya adalah Chairul Tanjung.
Sebagai informasi penting, mendiang Michael Hartono yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di negeri ini telah menutup usia pada 19 Maret 2026 lalu. Semasa hidupnya, almarhum merupakan pemilik perusahaan rokok raksasa Djarum bersama sang adik, Robert Budi Hartono, dengan sebagian besar sumber kekayaan berasal dari investasi strategis di PT Bank Central Asia Tbk atau BCA.
Berdasarkan dokumen pelaporan resmi pemerintah, kepemilikan 49 persen saham milik mendiang Michael di perusahaan induk PT Dwimuria Investama Andalan kini telah dibagi secara merata kepada keempat orang ahli warisnya. Porsi saham tersebut diperkirakan bernilai setidaknya 11,7 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 209 triliun per 11 Agustus 2026.
Selain saham di sektor perbankan, anak-anak mendiang Michael juga memiliki porsi kepemilikan yang signifikan di berbagai lini bisnis keluarga Hartono. Jaringan bisnis tersebut membentang luas mulai dari sektor industri rokok, pusat perbelanjaan modern, hingga sektor perkebunan.
Rincian Kekayaan Ahli Waris Hartono dan Chairul Tanjung
Merujuk pada data resmi Forbes per Selasa (8/9/2026) siang, keempat anak mendiang Michael Hartono masing-masing mencatatkan kepemilikan harta yang sangat fantastis. Keempat anak tersebut meliputi Stefanus Wijaya Hartono, Roberto Setiabudi Hartono, Tessa Natalia Hartono, dan Vanessa Ratnasari Hartono.
Masing-masing dari keempat ahli waris tersebut tercatat memiliki kekayaan senilai 4,1 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 72,28 triliun. Angka kepemilikan individu ini menempatkan posisi kekayaan setiap anak almarhum di atas rata-rata konglomerat lainnya di tanah air.
Sementara itu, Chairul Tanjung yang merupakan pimpinan utama CT Corp tercatat mempunyai total harta kekayaan sebesar 4 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 70,52 triliun. Harta kekayaan milik Chairul Tanjung sendiri bersumber dari berbagai lini usaha yang telah terdiversifikasi dengan sangat luas.
Divisi ritel CT Corp di bawah kepemimpinannya mengelola jaringan pusat perbelanjaan Transmart yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Grup tersebut juga memegang kendali atas sejumlah waralaba makanan cepat saji global serta beragam jenama fesyen internasional ternama.
Read Also
Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman dan Defisit di Bawah 3 Persen di Tengah Harga Minyak Tembus US$100
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan...
Regan Harney Gandeng Bali United Luncurkan Koleksi Jam Tangan Lokal Pertama
Brand jam tangan lokal Regan Harney resmi menjalin kemitraan strategis...
Sejarah Lira Italia Mata Uang Historis yang Digantikan Euro
Lira Italia adalah mata uang resmi yang digunakan di Italia dari tahun 1861...
Tekan Emisi Bangunan Industri Konstruksi Didorong Gunakan Material Hijau
Industri konstruksi di Indonesia didorong untuk menggunakan material hijau...
Dominasi Keluarga Hartono di Jajaran Orang Terkaya Indonesia
Lonjakan nilai kekayaan para ahli waris keluarga Hartono ini semakin memperkokoh dominasi keluarga tersebut dalam daftar jajaran elite orang terkaya di Indonesia versi lembaga pemeringkat global Forbes. Transformasi kepemilikan saham dari generasi pendiri kepada para ahli waris dicatat secara transparan melalui dokumen pelaporan resmi.
Selain berhasil melampaui harta kekayaan Chairul Tanjung, nilai kepemilikan aset anak-anak mendiang Michael Hartono juga tercatat berada di atas sejumlah nama konglomerat terkemuka lainnya di Indonesia. Beberapa nama di bawahnya mencakup figur pengusaha nasional seperti Han Arming Hanafia, Djoko Susanto, hingga Eddy Sugianto.
Keberlanjutan kerajaan bisnis keluarga Hartono bertumpu pada diversifikasi aset yang kuat, terutama melalui kepemilikan saham mayoritas di sektor perbankan swasta terbesar di Indonesia serta ekspansi bisnis penunjang lainnya. Evaluasi berkala yang dilakukan oleh Forbes terus memantau dinamika pergerakan nilai pasar dari aset-aset para taipan tersebut.
Data per 8 September 2026 menunjukkan bahwa porsi saham milik mendiang Michael di Dwimuria kini telah dibagi secara merata kepada empat orang ahli warisnya.