YPMJ Bersiap Regenerasi Kepengurusan, Sri Sultan Ingatkan Tetap Adaptif
- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima audiensi pengurus YPMJ terkait rencana regenerasi kepengurusan kepada generasi muda.
- Sri Sultan berpesan agar YPMJ tetap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan visi awal pengabdian sosial kepada masyarakat.
- Rencana kepengurusan baru di bawah Subekti Saputra Wijaya akan memperluas jangkauan layanan serta metode penggalangan dana sosial.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima audiensi dari jajaran pengurus Yayasan Persaudaraan Masyarakat Jogja (YPMJ) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Pertemuan yang berlangsung khidmat ini secara khusus membahas mengenai proses estafet kepemimpinan dan regenerasi kepengurusan YPMJ. Organisasi sosial yang telah lama berkiprah di Yogyakarta ini bersiap menyerahkan tongkat estafet kepada generasi muda demi menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Melalui proses regenerasi ini, Sri Sultan menaruh harapan besar agar semangat pengabdian kepada masyarakat luas tetap menjadi landasan utama pergerakan organisasi. Di sisi lain, Sultan juga menekankan pentingnya bagi YPMJ untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika modern tanpa meninggalkan komitmen terhadap program sosial. Hal ini dinilai krusial agar yayasan tetap relevan dalam melayani warga yang membutuhkan bantuan.
Calon Ketua YPMJ, Subekti Saputra Wijaya, mengungkapkan bahwa Raja Yogyakarta tersebut menginginkan yayasan tetap hadir sebagai jembatan yang kuat. Hubungan antara masyarakat dan berbagai program aksi sosial di wilayah DIY harus terus dirawat dengan baik. 'Sesuai dengan harapan dari Ngarsa Dalem, beliau ingin YPMJ beserta bantuan-bantuan sosial yang dijalankan, tetap menjadi salah satu jembatan komunikasi dengan warga, terutama masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta,' ujar Subekti usai pertemuan.
Lebih lanjut, Subekti yang akrab disapa Bekti ini menjelaskan bahwa kepengurusan baru berencana melakukan ekspansi strategis, mulai dari perluasan jangkauan layanan hingga diversifikasi program. Metode penggalangan dana sosial akan dikembangkan dengan berbagai inovasi modern agar peruntukannya bisa menyasar lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Arahan langsung dari Sri Sultan selaku pendiri sekaligus Dewan Kehormatan dianggap menjadi kompas penting bagi arah pengembangan yayasan ke depan.
Sementara itu, Ketua YPMJ demisioner, Antonius Simon, mengenang kembali sejarah panjang berdirinya yayasan ini yang tak lepas dari kepedulian Sri Sultan terhadap dunia pendidikan di masa krisis. Dirinya menceritakan bagaimana Sultan menginisiasi gerakan kemanusiaan untuk merangkul puluhan pengusaha lokal demi membantu para pelajar dan mahasiswa dari daerah konflik atau bencana yang sedang menempuh studi di DIY. Langkah nyata tersebut menjadi fondasi kokoh yang melahirkan YPMJ hingga bertahan solid selama lebih dari dua dekade.
Setelah menakhodai YPMJ selama kurang lebih 22 tahun, Simon menilai bahwa langkah regenerasi ini merupakan momentum krusial yang sangat tepat. Ia menaruh rasa optimisme yang tinggi terhadap komitmen serta energi baru yang dibawa oleh para pemimpin muda. 'Harapan saya kedepannya, regenerasi pengurus kepada generasi muda bisa membuat YPMJ lebih gesit dan mampu mengelolanya dengan lebih baik sesuai tuntutan zaman sekarang,' pungkas Simon menutup perbincangan.