Piala Dunia 2026, Penjualan SPBU di Kolombia Naik hingga 4 Persen
- Pertandingan debut tim nasional Kolombia melawan Uzbekistan di Piala Dunia FIFA 2026 memicu lonjakan penjualan SPBU antara 3 hingga 4 persen.
- Para pengendara dan warga sekitar dilaporkan melakukan pembelian bahan bakar serta kebutuhan logistik pada menit-menit terakhir menjelang kick-off.
- Sejumlah pengelola SPBU memanfaatkan momentum ini dengan memperpanjang jam operasional toko kelontong dan menyiarkan audio pertandingan langsung.
Debut tim nasional Kolombia melawan Uzbekistan di Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya memicu antusiasme pencinta sepak bola, melainkan juga memberikan stimulus ekonomi bagi sektor hilir migas. Penjualan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bogota, Kolombia, dilaporkan melonjak antara 3 hingga 4 persen selama hari pertandingan berlangsung. Pergeseran pola konsumsi masyarakat ini menjadi berkah musiman bagi para pelaku usaha retail di sekitar ibu kota.
Pemilik sekaligus pengelola SPBU Texaco Hayuelos di Bogota, Johan Efrain Mejia Mejia, membenarkan adanya perubahan perilaku konsumen yang sangat dinamis menjelang kick-off. Menurut pantauannya, aktivitas pengisian bahan bakar dan belanja retail mulai meroket sekitar satu jam sebelum pertandingan dimulai. Warga dan pengendara berbondong-bondong melakukan persiapan atau pembelian menit-menit terakhir sebelum fokus menonton laga perdana tersebut.
Namun, situasi berbalik drastis begitu peluit tanda mulainya pertandingan ditiup oleh wasit di lapangan hijau. 'Sekitar satu jam sebelum pertandingan dimulai, lalu lintas kendaraan mulai menurun dan beberapa jam setelah pertandingan usai baru mulai meningkat kembali,' ujar Mejia saat menjelaskan siklus unik tersebut. Fenomena jalanan yang sepi saat tim nasional bertanding memang sudah menjadi pola berulang dalam setiap gelaran turnamen besar di Kolombia.
Guna mengantisipasi momentum langka ini, manajemen SPBU Texaco Hayuelos menerapkan sejumlah strategi pemasaran kreatif untuk memanjakan pelanggan. Mereka memasang sistem audio khusus di area pengisian bahan bakar guna menyiarkan jalannya pertandingan secara langsung bagi pelanggan yang masih di jalan. Selain itu, jam operasional toko kelontong di dalam area SPBU juga diperpanjang hingga pukul 23.00 waktu setempat agar dapat melayani warga sekitar yang ingin merayakan hasil pertandingan.
Pengamat ekonomi lokal menilai bahwa gelaran olahraga internasional seperti Piala Dunia selalu memiliki efek domino yang signifikan terhadap bisnis skala kecil dan menengah. Meskipun peningkatan penjualan sebesar 3 hingga 4 persen terlihat moderat, akumulasi dari ribuan gerai retail dan SPBU di seluruh penjuru negeri memberikan kontribusi perputaran uang yang besar. Sektor makanan ringan, minuman siap saji, dan bahan bakar minyak menjadi lini bisnis yang paling cepat merasakan dampak langsung dari euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.