Kemitraan Seni Budaya DIY dan Victoria Australia Rayakan Perjalanan 10 Tahun
- Pemerintah Daerah DIY dan Victoria, Australia, merayakan satu dekade kemitraan seni dan budaya yang berawal dari kolaborasi musik.
- Perayaan ini ditandai dengan penyelenggaraan Youth Music Camp 2026 dan pelatihan manajemen seni pertunjukan berstandar internasional.
- Konser kolaborasi puncak akan digelar di Universitas Sanata Dharma dengan menampilkan pertunjukan wayang kontemporer gabungan musik orkestra.
Hubungan kemitraan antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Victoria, Australia, kini telah genap berusia satu dekade. Kerja sama yang berawal dari kecintaan terhadap seni musik ini kini telah berkembang pesat menjadi jembatan diplomasi budaya yang melahirkan talenta muda dan mempererat persahabatan lintas negara. Momentum bersejarah ini dirayakan secara meriah dalam acara Welcome Dinner Youth Music Camp Melbourne Symphony Orchestra (MSO) 2026 yang berlangsung di Ballroom Hyatt Regency Yogyakarta, Sleman.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa kolaborasi antara Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan MSO telah menjelma sebagai wadah strategis bagi pengembangan ekosistem seni lokal. Program ini tidak sekadar menyajikan konser megah, melainkan membuka jalan lebar bagi para musisi orkestra muda dan pengelola seni pertunjukan tanah air agar mampu berkiprah di panggung nasional hingga internasional.
'Melalui tema A Decade: A Deeper Understanding, kami ingin merefleksikan bagaimana kedua pihak semakin saling memahami budaya satu sama lain,' ujar Ni Made dalam sambutannya di Sleman. Ia menambahkan bahwa lewat laku seni yang mendalam, diharapkan para pelaku seni muda tidak hanya mengasah kemampuan teknis mereka tetapi juga dapat menemukan makna kehidupan yang lebih bernilai untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi di masa depan.
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi tahun ini, komposer kenamaan asal Australia, Thomas Green, turut hadir untuk membagikan perspektif kreatifnya kepada para komposer muda di Yogyakarta. Kemitraan ini juga menghasilkan kolaborasi seni pertunjukan lintas media yang mempertemukan tradisi Jawa dan musik klasik barat. Salah satu sorotan utama acara makan malam tersebut adalah penampilan dalang cilik Arby Ersani Widyaputra yang membawakan lakon Pandawa Kumpul, memukau delegasi Australia yang hadir.
Chief Operating Officer Melbourne Symphony Orchestra, Suzanne Dembo, mengungkapkan bahwa puncak perayaan kemitraan ini akan ditandai dengan konser kolaborasi akbar pada 16 Juli 2026 di Auditorium Universitas Sanata Dharma. Konser tersebut akan mementaskan 25 musisi muda terbaik hasil seleksi ketat di Yogyakarta yang akan tampil langsung bersama para musisi profesional dari MSO. Selain itu, penonton akan disuguhkan pertunjukan perdana dunia (world premiere) karya Vishnu Satyagraha dan Thomas Green yang bertajuk Dharma, sebuah peleburan apik antara pertunjukan wayang kulit dan musik orkestra.