Kapal KM Nurul Salsa Tenggelam di Sulawesi, 5 Penumpang Terapung 3 Hari dan 20 Masih Hilang
- Kapal motor KM Nurul Salsa yang mengangkut 78 penumpang dan kru karam di perairan selatan Sulawesi akibat mengalami kerusakan mesin.
- Lima orang korban, termasuk seorang anak perempuan berusia tujuh tahun, berhasil diselamatkan setelah bertahan hidup selama tiga hari di tengah laut.
- Hingga saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap sedikitnya 20 orang penumpang lain yang dilaporkan hilang.
Kecelakaan laut tragis kembali melanda wilayah perairan Indonesia, kali ini menimpa kapal motor KM Nurul Salsa yang dilaporkan tenggelam di bagian selatan perairan Sulawesi. Lima orang penumpang dilaporkan berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing di tengah lautan luas selama tiga hari berturut-turut. Di balik kabar baik penyelamatan tersebut, tim penyelamat masih harus berpacu dengan waktu karena sedikitnya 20 penumpang lain dinyatakan hilang.
Kelima korban selamat yang terdiri dari seorang pria, tiga wanita, dan seorang anak perempuan berusia tujuh tahun ditemukan oleh kapal nelayan setempat menjelang petang. Mereka langsung dievakuasi ke atas kapal pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Berdasarkan informasi dari pihak berwenang, para korban berhasil bertahan hidup di permukaan air dengan cara berpegangan pada perangkap ikan dan puing-puing kapal yang mengapung setelah kapal mereka karam akibat kerusakan mesin.
Kepala operasi penyelamatan setempat, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan situasi dramatis saat para penumpang berusaha menyelamatkan diri dari kapal yang perlahan tenggelam. "Setelah kapal tenggelam, masing-masing dari mereka menyelamatkan diri menggunakan peralatan apa pun atau pelampung darurat yang bisa mereka temukan," ujar Muhammad Arif Anwar saat memberikan keterangan kepada media. Pihaknya menambahkan bahwa para korban merakit jeriken kosong serta potongan gabus yang diikat dengan tali sebagai rakit darurat.
Para penyintas mengungkapkan bahwa mereka awalnya merupakan bagian dari kelompok besar yang terdiri dari 25 orang di tengah laut. Namun, cuaca buruk dan embusan angin kencang yang terjadi selama beberapa hari terakhir membuat mereka terpisah dari rombongan lainnya. Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa sebanyak 47 orang telah berhasil diselamatkan sehari pascakejadian, sedangkan satu orang penumpang dipastikan tewas akibat tenggelam.
KM Nurul Salsa diketahui tengah berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng yang terletak di Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya karam sekitar 43 mil laut dari pelabuhan tujuan. Guna memaksimalkan proses evakuasi dan pencarian korban hilang, otoritas terkait telah mengerahkan lima kapal besar, satu pesawat pengintai, dan satu helikopter. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan transportasi laut di Indonesia, yang sebelumnya juga mencatat tragedi tenggelamnya kapal feri di Pulau Bali hingga menewaskan enam orang akibat lemahnya standar keselamatan.