Kemenhub Optimalkan Layanan Penyeberangan Jatim ke Bali, Pelabuhan Ketapang Diperluas
- Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim untuk mengoptimalkan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Bali.
- Rencana strategis yang disiapkan meliputi pembangunan dermaga baru serta optimalisasi pelabuhan pendukung seperti Pelabuhan Jangkar dan Tanjung Wangi.
- Pertemuan ini juga membahas proyek transportasi lain seperti kereta cepat Surabaya-Sidoarjo dan optimalisasi Bandara Dhoho untuk layanan penerbangan haji.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong optimalisasi layanan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, guna mengurai kepadatan menuju Pulau Bali. Langkah strategis ini dibahas langsung dalam pertemuan kedinasan antara Kemenhub dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) di Surabaya. Kolaborasi ini dilakukan menyusul tingginya volume kendaraan dan masyarakat yang memanfaatkan jalur darat dan laut di kawasan perbatasan tersebut.
Pembahasan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pertemuan intensif ini juga turut diikuti oleh sejumlah instansi terkait dan perwakilan Dinas Perhubungan Jatim. Fokus utama dalam koordinasi ini adalah mencari jalan keluar terbaik untuk mengatasi kemacetan dan antrean panjang yang kerap terjadi di jalur penyeberangan tersibuk itu.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pihaknya telah merumuskan beberapa alternatif solusi konkret yang diharapkan bisa segera diimplementasikan. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan pengguna jasa transportasi laut di Jawa Timur. "Beberapa alternatif solusi sudah kami siapkan dan kami diskusikan tadi. Harapannya, berbagai persoalan yang terjadi pada layanan penyeberangan dapat terselesaikan tahun ini," ujar Dudy dalam keterangannya.
Dudy menambahkan, salah satu poin krusial yang dibahas adalah rencana pembangunan dermaga baru serta optimalisasi infrastruktur dermaga yang sudah ada saat ini. Tidak hanya bertumpu pada Ketapang, pemerintah juga akan mengintegrasikan pelabuhan-pelabuhan pendukung di sekitarnya. "Kami juga membahas pembangunan infrastruktur yang akan mendukung optimalisasi pelabuhan-pelabuhan yang ada, seperti Pelabuhan Jangkar di Situbondo, Tanjung Wangi, dan Ketapang itu sendiri," terangnya menambahkan.
Melalui konsep integrasi pelabuhan ini, arus kendaraan diharapkan tidak lagi menumpuk di satu titik saja pada saat musim puncak liburan maupun hari biasa. Fenomena lonjakan penumpang darat saat ini diakui memicu kepadatan yang terus berulang setiap tahunnya. "Sebagaimana teman-teman ketahui, saat ini terjadi peningkatan animo masyarakat untuk bepergian menggunakan transportasi darat. Kepadatan tidak hanya terjadi pada masa liburan, tetapi juga pada hari-hari biasa seperti sekarang," tutur Menhub.
Merespons hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik komitmen penuh dari Kemenhub dalam membenahi sistem transportasi di wilayahnya. Menurut Khofifah, sinergi yang berlangsung selama dua jam ini menghasilkan keputusan yang sangat produktif demi kemajuan daerah. "Kami dari Pemprov juga rutin membahas banyak hal yang sangat strategis. Pertemuan ini sangat produktif. Program-program strategis yang InsyaAllah akan mendapat dukungan untuk pembangunan di Jawa Timur," kata Khofifah.
Selain membahas sektor penyeberangan laut, pertemuan ini juga mematangkan sejumlah mega proyek transportasi massal di Jawa Timur. Kemenhub dan Pemprov Jatim dilaporkan turut membahas keberlanjutan proyek kereta cepat rute Surabaya-Sidoarjo serta rencana revitalisasi runway Bandara Juanda. Pembahasan juga melebar pada optimalisasi Bandara Dhoho Kediri yang diproyeksikan untuk melayani penerbangan jamaah Haji dan Umrah di masa depan.