Waspada Bali Dikepung Hujan Lebat Besok, BMKG Ingatkan Potensi Longsor di Badung dan Bangli
- BMKG merilis prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Bali pada hari Senin, 20 Juli 2026.
- Wilayah Badung dan Bangli diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap ancaman bencana tanah longsor akibat guyuran hujan lebat.
- Peringatan dini juga berlaku untuk pelaku wisata bahari dan nelayan karena gelombang laut di perairan selatan Bali diprediksi mencapai hingga 4 meter.
Masyarakat dan wisatawan yang sedang berada di Pulau Dewata diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh menjelang awal pekan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan mengepung sebagian besar wilayah Bali pada Senin, 20 Juli 2026. Berdasarkan data terbaru, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai kilat dan petir berpotensi melanda sejumlah kawasan penopang pariwisata utama.
Kondisi cuaca buruk ini dilaporkan akan terkonsentrasi di beberapa kabupaten krusial, meliputi Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, dan Tabanan. Karakteristik topografi Bali yang berbukit membuat ancaman bencana hidrometeorologi meningkat tajam saat intensitas hujan meninggi. Pihak berwenang pun secara khusus meminta warga yang bermukim di daerah rawan bencana seperti Badung dan Bangli untuk mengantisipasi potensi terjadinya tanah longsor serta pohon tumbang.
Selain curah hujan yang tinggi, BMKG juga merilis peringatan dini mengenai potensi angin kencang berdurasi singkat yang akan menyapu wilayah Bali bagian utara, tengah, dan selatan. Fenomena angin kencang ini diprakirakan akan melintasi wilayah perkotaan dan pesisir seperti Badung, Denpasar, hingga Klungkung. Pergerakan angin dilaporkan bertiup dari arah timur menuju tenggara dengan kecepatan yang cukup signifikan, yakni berkisar antara 4 hingga 30 kilometer per jam.
Situasi di daratan ini berbanding lurus dengan kondisi ekstrem yang terjadi di sektor perairan sekitar Pulau Dewata yang kini masuk dalam radar pemantauan ketat. BMKG memproyeksikan tinggi gelombang laut berpotensi mencapai 2 meter atau bahkan lebih di kawasan Perairan Utara Bali, Selat Bali Bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok, serta Perairan Selatan Bali. Khusus untuk kawasan Perairan Selatan Bali, tinggi gelombang laut dinilai cukup berbahaya karena diprediksi dapat melonjak hingga mencapai ketinggian 1 sampai 4 meter.
Kondisi gelombang yang tinggi ini tentu menjadi alarm bahaya bagi sektor transportasi laut dan industri pariwisata yang menjadi urat nadi perekonomian Bali. Para nelayan tradisional, operator kapal penyeberangan, hingga pelaku wisata bahari seperti olahraga air diimbau untuk menunda atau meningkatkan keselamatan sebelum memutuskan beraktivitas di laut. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan besok, sangat disarankan untuk selalu mempersiapkan pelindung diri seperti payung atau jas hujan dan menghindari berteduh di bawah baliho besar maupun pohon yang rawan tumbang.