Todd Blanche Diprediksi Mulus Jadi Jaksa Agung AS, Didukung Kubu Republik
- Todd Blanche diprediksi akan dengan mudah memenangkan konfirmasi Senat untuk menjadi Jaksa Agung Amerika Serikat berikutnya.
- Dukungan dari kubu Republik menguat setelah Blanche setuju membatalkan rencana pembentukan dana anti-politisasi senilai 1,8 miliar dolar AS yang kontroversial.
- Meskipun menghadapi penolakan keras dari kubu Demokrat dan aktivis penyintas Jeffrey Epstein, posisi tawar Blanche dinilai tetap solid.
Todd Blanche, mantan pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, diprediksi akan melenggang mulus dalam uji kelayakan untuk menjadi Jaksa Agung definitif. Meskipun didera berbagai isu miring, mulai dari penanganan dokumen Jeffrey Epstein hingga polemik dana kontroversial, kubu Republik di Senat meyakini posisinya aman. Jalannya menuju kursi nomor satu di Departemen Kehakiman tersebut dinilai tidak akan terbendung oleh oposisi.
Sidang konfirmasi yang dijadwalkan pada hari Rabu waktu setempat menjadi momen krusial untuk menentukan arah penegakan hukum di Amerika Serikat. Blanche sebelumnya menjabat sebagai wakil jaksa agung sejak Maret 2025 dan bertindak sebagai pelaksana tugas Jaksa Agung pasca mundurnya Pam Bondi. Pencalonannya memicu perdebatan sengit mengenai independensi lembaga kehakiman dari intervensi politik Gedung Putih.
Dukungan terhadap Blanche menguat setelah ia setuju untuk membatalkan rencana pembentukan dana anti-politisasi senilai 1,8 miliar dolar AS yang sempat memicu penolakan internal dari politisi Republik. Langkah Blanche yang melakukan pertemuan intensif dengan para senator terbukti berhasil meredakan ketegangan politik menjelang sidang konfirmasi. 'Dia berada di jalur yang mulus menuju konfirmasi,' ujar Mike Davis, mantan penasihat utama pencalonan untuk Komite Yudisial Senat.
Meski jalannya terlihat lapang, Blanche tetap harus menghadapi penolakan keras dari kelompok advokasi korban Jeffrey Epstein dan politisi Demokrat. Baliho-baliho protes bahkan telah dipasang di beberapa wilayah strategis untuk mendesak para senator agar menolak pencalonan mantan pengacara Trump tersebut. 'Senator Republik yang memilih untuk mengonfirmasi Blanche hanya membodohi diri mereka sendiri jika percaya ia tidak akan mempolitisasi sistem peradilan,' tegas Senator Demokrat Sheldon Whitehouse.
Di sisi lain, kubu konservatif sayap kanan justru mengkritik Blanche karena dinilai terlalu lambat memberikan pengampunan bagi para pelaku penyerangan Gedung Capitol. Kendati mendapat tekanan dari berbagai arah, sejumlah pengamat menilai posisi Blanche sebagai Plt Jaksa Agung memberikan keuntungan besar untuk memenangkan voting. Sidang ini diprediksi akan berlangsung sengit karena Blanche diperkirakan tidak akan tinggal diam menghadapi serangan dari kubu oposisi.