Heboh Ko Young Wook Minta Stop Dihujat Usai Lontarkan Candaan Ingin Jadi Aktor Film Dewasa
- Mantan selebritas Korea Selatan Ko Young Wook memicu kontroversi setelah sempat melontarkan candaan ingin menjadi aktor film dewasa di Jepang.
- Melalui akun media sosialnya, pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini meminta masyarakat menghentikan hujatan terhadap dirinya.
- Masyarakat Korea Selatan menolak keras upaya kembalinya Ko Young Wook ke dunia hiburan karena rekam jejak kriminal masa lalunya yang dinilai sangat berat.
Mantan selebritas Korea Selatan Ko Young Wook kembali memicu gelombang kontroversi di kalangan publik penikmat hiburan. Pria yang berstatus sebagai terpidana kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini mengisyaratkan rasa frustrasinya setelah mendapat kecaman luas akibat pernyataannya yang menyebut ingin beraktivitas sebagai aktor film dewasa di Jepang. Ungkapan tersebut langsung menuai reaksi negatif dari netizen Korea Selatan yang masih geram dengan rekam jejak kriminal masa lalunya.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada tanggal 14 Juli waktu setempat, Ko Young Wook membagikan tangkapan layar dari artikel-artikel berita yang membahas kontroversi dirinya. Tidak hanya membagikan berita tersebut, ia juga menambahkan sebuah kalimat singkat yang menunjukkan keputusasaannya menghadapi tekanan publik. 'Tolong berhentilah sekarang...,' tulis Ko Young Wook sebagai respons atas masifnya hujatan yang ia terima dari masyarakat.
Pihak terdekat kemudian menjelaskan bahwa pernyataan mengenai keinginan menjadi aktor film dewasa di Jepang tersebut bukanlah sebuah rencana karier yang nyata. Ucapan itu diklaim murni sebagai gurauan sarkasme yang menggambarkan rasa frustrasi dan ketidakberdayaan sang mantan idola atas realitas kehidupan yang dihadapinya saat ini. Ko Young Wook merasa seluruh ruang geraknya untuk kembali bekerja di industri hiburan telah ditutup rapat oleh publik dan media.
Untuk membela diri, Ko Young Wook juga mengutip sebuah kutipan dari buku karya Maria Tumarkin yang berjudul How to Not Speak of Pain. Melalui kutipan tersebut, ia seolah ingin menyampaikan pesan implisit bahwa hukum sosial yang diberikan masyarakat jauh lebih kejam daripada vonis pengadilan. 'Tidak ada seorang pun yang boleh dihukum melebihi hukuman yang telah dijatuhkan oleh pengadilan. Namun komunitas, orang-orang, tetap menghukum,' demikian bunyi kutipan yang dibagikan olehnya.
Sebagai informasi, Ko Young Wook dijatuhi hukuman dua tahun enam bulan penjara pada tahun 2013 silam akibat terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Pengadilan Korea Selatan saat itu juga memerintahkan pembukaan informasi pribadinya kepada publik selama lima tahun serta kewajiban menggunakan alat pelacak elektronik selama tiga tahun. Hingga kini, penolakan masyarakat tetap masif termasuk saat saluran YouTube miliknya terpaksa ditutup akibat gelombang protes publik.